Stok Melimpah, Harga Sayur di Selo Turun

  • Whatsapp
ilustrasi

BOYOLALI, Jowonews.com – Harga beberapa jenis komuditas sayuran di daerah sentra produksi Kecematan Selo Kabupaten Boyolali atau di lereng Gunung Merapi dan Merbabu pada musim panen ini, mulai menurun rata-rata antara Rp 1.000 per kilogram hingga Rp 2.000/kg.

Parsih (30) salah satu petani sayuran asal Desa Jrakah Kecamatan Selo Boyolali, Rabu (1/11), mengatakan, para petani di Selo Boyolali sekarang sudah masuk musim panen antara lain jenis wortel, kubis, kembang kol, brokoli, dan tomat harga di tingkat petani mulai turun.

“Stok cukup melimpah sehingga harga sayuran mulai turun seperti wortel di tingkat petani sebelumnya Rp 5.000 per kg kini hanya Rp 3.000 hingga Rp 3.500 per kg tergantung kualitasnya,” kata Parsih.

Bahkan, harga wortel di pasar bisa dijual sekarang hanya mencapai Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kg, padahal sebelumnya mencapai Rp 9.000 per kg, tomat sebelumnya Rp 5.000 per kg kini menjadi Rp 3.500 per kg, daun loncang dari Rp8.000 per kg kini menjadi Rp 7.000 per kg, kubis hanya dijual Rp 2.000 per kg, brokoli Rp 13.000 per kg, kentang Rp 10.000 per kg.

Parsih yang memiliki lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi ditanami wortel hasil panennya cukup melimpah, tetapi dia saat memanen hanya mengambil sesuai kebutuhan pelanggan saja.

“Saya mengambil hasil panenan wortel sesuai permintaan pedagang pelanggan. Namun, panen wortel rata-rata antara 3 hingga 5 kuintal per hari,” kara Parsih.

Ia mengatakan sayuran jenis cabai yang sedang panen di Selo ini, jenis keriting yang dijual hanya Rp 20.000 per kg, sedangkan harga sebelumnya mencapai Rp 25.000 per kg. Jenis rawit merah masih cukup mahal karena stok barangnya hanya sedikit.

Petani lainnya Kartini (40) mengatakan memasuki musim hujan harga sayuran mulai turun karena banyak yang memanen hasil tanamannya baik jenis wortel, brokoli kembang kol, tomat. kobis, kentang, dan sebagian ada cabai dan bawang merah.

Menurut Kartini para petani setelah memanen kembali menanam lahannya sehingga stok barang selalu ada untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hasil panen sayuran banyak dibeli oleh pedagang dan sebagian dijual di Pasar Cepogo Boyolali.

Bahkan, kata dia, sebagian sayuran yang kualitasnya lebih baik dikemas dan disetorkan ke supermarket-supermarket baik di Boyolali maupun wilayah Solo.

“Petani cara memanen sayuran tidak langsung seluruh tanaman dipanen, karena mereka menjaga agar barang tetap kondisi segar sehingga harga tetap terjaga. Sayuran asal Selo ini, banyak dikirim ke Solo, Klaten, Yogyakarta, Semarang sebagian ke Jakarta,” katanya.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *