Gubernur Berharap Yaaqawiyyu Terus Dilestarikan

  • Whatsapp

KLATEN, Jowonews.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap tradisi sebar apem “Yaaqawiyyu” di Jatinom, Kabupaten Klaten, dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya.

“Budaya ini menarik dan luhur karena bisa mengumpulkan semua orang untuk hadir di sini dengan keceriaan serta tanpa paksaan, mari kita ‘nguri-uri kabudayan’, budaya mempersatukan kita,” kata Ganjar saat menghadiri tradisi sebar apem “Yaaqawiyyu” Kiai Ageng Gribig di Kabupaten Klaten, Jumat (3/11).

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan bahwa para ulama di zaman dulu menyebarkan agama Islam dengan pendekatan-pendekatan budaya, salah satunya berupa tradisi sebar apem “Yaaqawiyyu”.

Menurut Ganjar, apa yang dilakukan Kiai Ageng Gribig dalam menyebarkan agama Islam di Kecamatan Jatinom, Klaten, melalui nilai-nilai kebudayaan perlu diceritakan secara lengkap kepada generasi muda agar pemahaman yang diterima bisa utuh.

“Cerita-cerita tersebut bisa disampaikan pula melalui teknologi informasi, yakni media sosial, siapakah Kiai Ageng Gribig, bagaimana bisa datang ke Jatinom, dan dulu apa yang diajarkan dan seterusnya,” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan tradisi sebar apem “Yaaquwiyyu” yang mempunyai banyak nilai budaya, Ganjar meminta masyarakat yang hadir dapat saling memaafkan, saling gotong royong, saling berbagi rezeki, guyub rukun dalam membangun Provinsi Jawa Tengah, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ribuan warga dari berbagai daerah berebut lima ton kue apem pada tradisi “Yaaquwiyyu” yang berlangsung setiap tahun di kawasan Sendang Plampeyam, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.

Tradisi itu digelar turun temurun untuk mengenang Kiai Ageng Gribig sebagai ulama penyebar agama Islam di Klaten.

Masyarakat yang hadir untuk berebut kue apam meyakini dengan mendapatkan apem artinya memperoleh berkah dalam kehidupannya. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *