Pangeran Arab Saudi Mansoor bin Muqrin Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

  • Whatsapp
Foto: Dok. english.alarabiya.net

RIYADH, ARAB SAUDI, Jowonews.com – Pangeran Arab Saudi Mansoor bin Muqrin meninggal pada Ahad (5/11), ketika helikopter yang membawa dia dan pejabat lain jatuh di Kota Perbatasan Asir, kata media lokal Al Akhbariya.

Tak ada perincian resmi yang disiarkan mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Sementara itu nasib penumpang lain helikopter tersebut juga tak diketahui.

Mansoor bin Muqrin bersama sejumlah pejabat provinsi dilaporkan tewas dalam kecelakaan helikopter. Kecelakaan itu terjadi dekat perbatasan kerajaan dengan Yaman.

Informasi itu dilaporkan oleh stasiun televisi Al-Ekhbariya, seperti dikutip AFP, Senin (6/11). Al-Ekhbariya melaporkan kematian Pangeran Mansour bin Muqrin yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Asir.

Dia adalah anak kandung Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz yang dilengserkan statusnya sebagai putra mahkota beberapa bulan setelah saudara tirinya, Raja Salman, naik tahta pada 2015.

Belum dijelaskan penyebab kecelakaan pesawat itu. Namun, sumber mengatakan helikopter itu memuat delapan penumpang. Diduga kedelapan penumpang helikopter itu tewas.

Media Al-Arabiya memberitakan pangeran Mansour bersama para pejabat Asir hendak meninjau proyek di al-Saida al-Sawalha Center yang nantinya akan diimplementasikan di Kota Mohail. Pangeran dan rombongannya itu juga akan mendengarkan langsung penjelasan dari Wali Kota Mahil Asir, Said Ali Jaber, terkait proyek tersebut.

Berita kecelakaan pesawat itu datang di saat Arab Saudi sedang melakukan upaya pembersihan kelas tinggi kerajaan, dengan penangkapan puluhan pangeran, menteri dan para miliarder oleh Komite Antikorupsi Saudi. Meski begitu pangeran Mansour bin Muqrin tidak masuk dalam daftar individu yang ditangkap.

Komite Antikorupsi Saudi itu dipimpin putra mahkota Mohammed bin Salman, yang sudah dianggap sebagai penguasa de facto Arab Saudi. Dia berwenang mengendalikan sejumlah kebijakan pemerintah.

Kabar kecelakaan pesawat itu juga bertepatan dengan berita Saudi mencegat dan menghancurkan rudal balistik di dekat Bandara Internasional Riyadh. Di mana rudal itu ditembakkan dari Yaman sebagai bentuk eskalasi perang kerajaan melawan pemberontak Huthi.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *