Pengadaan Beras CSHP Surabaya Capai 64,94 Persen

  • Whatsapp
ILUSTRASI

PURWOKERTO, Jowonews.com – Pengadaan beras yang dilaksanakan Bulog Subdivisi Regional Banyumas melalui program serap gabah petani (sergap) untuk memenuhi cadangan stabilitas harga pangan (CSHP) telah mencapai 64,94 persen, kata Kepala Bulog Subdivre Banyumas Setio Wastono.

“Hingga hari Kamis (9/11), realisasi sergap untuk CSHP mencapai 12.989,27 ton atau 64,94 persen dari target 20.000 ton,” katanya didampingi Kepala Seksi Komersial Bulog Subdivre Banyumas M. Priyono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (10/11/2017).

Ia mengaku optimistis target sergap sebesar 20.000 ton untuk CSHP hingga akhir tahun 2017 dapat tercapai karena potensi panen di wilayah eks Keresidenan Banyumas khususnya Kabupaten Cilacap masih luas.

Saat ini, kata dia, Bulog Banyumas menerima pasokan beras dari mitra kerja rata-rata berkisar 200-300 ton per hari.

Kendati realisasi sergap untuk CSHP sudah mendekati target, dia mengatakan pengadaan pangan yang dilaksanakan Bulog Banyumas secara rutin baru mencapai 54,34 persen dari prognosa tahun 2017 yang sebesar 92.000 ton.

“Hingga saat ini, pengadaan beras reguler baru mencapai kisaran 50.000 ton,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan pengadaan beras reguler hingga akhir tahun 2017 meskipun tidak sesuai dengan target atau prognosa.

Sebelumnya, Penanggung Jawab Tim Serap Gabah Petani (Sergap) Kementerian Pertanian Wilayah Jawa Tengah Momon Rusmono mengatakan potensi luas panen di eks Keresidenan Banyumas masih tinggi.

“Untuk melihat percepatan serapan gabah, saya melihat ada empat faktor. Salah satunya, dari luas panen ternyata Bulog Subdivre Banyumas masih tinggi terutama di Kabupaten Cilacap,” katanya usai Rapat Koordinasi Percepatan Sergap Se-Eks Keresidenan Banyumas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (26/10) sore.

Dalam hal ini, kata dia, potensi luasan panen di Kabupaten Cilacap pada bulan Oktober hingga Desember hampir mencapai 20.000 hektare.

Sementara di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga masing-masing sekitar 8.000 hektare sedangkan Banjarnegara sekitar 4.000 hektare.

“Artinya, potensi di empat kabupaten ini sampai bulan Desember masih sekitar 40.000-50.000 hektare. Itu dari luas panen,” kata dia yang juga Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

Dengan demikian, target sergap untuk CSHP yang sebesar 20.000 ton dapat tercapai karena saat itu telah terealisasi sebesar 12.000 ton.

Ia mengatakan kapasitas gudang milik Bulog Subdivisi Regional Banyumas masih mampu untuk menyimpan gabah hasil sergap sebanyak 10.000 ton. (JWN3/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *