ilustrasi

TEMANGGUNG, Jowonews.com — Penggunaan dana desa hingga saat ini masih dominan untuk pembangunan infrastruktur, kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) M. Fachri.

“Berdasarkan pantauan, serapan dana desa sejauh ini terbilang cukup, hanya saja masih dominan untuk pembangunan infrastruktur dari pada pemberdayaan,” katanya pada sosialisasi peraturan desa di Kabupaten Temanggung, Selasa (14/11).

Menurut dia, selama ini yang banyak dilakukan di beberapa daerah, 85 persen untuk pembangunan fisik dan sisanya 15 persen untuk pemberdayaan.

“Sebenarnya tidak ada aturan baku terkait persentasenya, menyesuaikan saja kondisi dan kebutuhannya karena masing-masing daerah tidak sama kondisinya,” katanya.

Ia mengatakan dana desa yang dikucurkan pemerintah ke desa, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada 2015 pemerintah mengucurkan dana desa sebesar Rp20,7 triliun, tahun 2016 Rp46,9 triliun, dan tahun 2017 Rp60 triliun.

“Total 74 ribu desa di seluruh Indonesia. Jika dirata-rata pada 2015 masing-masing desa menerima Rp280 juta, tahun 2016 menerima Rp634 juta, dan pada 2017 masing-masing desa menerima Rp800 juta,” katanya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here