SOLO, Jowonews.com — Saksi ahli yang dihadirkan untuk menyamaikan pendapatnya soal kasus penipuan jual-beli apartemen M-Icon milik PT Anggoro Jaya, meringankan terdakwa Ketua Real Estate Indonesia Kota Surakarta Antonius Hendro Prasetyo pada sidang di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (14/11).

Menurut saksi ahli Hukum Pidana dari Universitas Wahid Hasyim Semarang Prof DR Mahmutarom H.R. SH.HM, yang dihadirkan oleh penasihat hukum terdakwa, terdakwa statusnya sebagai agen pemasaran apartemen M-Icon milik PT Anggoro Jaya, milik Wisnu Tri Anggoro, bertugas memasarkan kepada calon pembeli atau konsumennya.

Mahmutarom mengatakan sebagai agen jika sudah menemukan calon pembeli apartemen dan kemudian pertemukan kepada pengembang atau pengelola proyek atau PT Anggoro Jaya, milik Wisnu Tri Anggoro, maka tugas mereka sudah selesai.

Calon pembeli dan pengembang membuat surat Perjanjian Pengikatan Jual-Beli (PPJB) yang dikeluarkan oleh PT Graha Anggoro Jaya, karena lahan atau proyek belum dikerjakan.

Meskipun, calom pembeli sudah menyetorkan sejumlah uang pembelian apartemen ke pihak agen atau terdakwa, tetapi jika uang sudah disetorkan ke pihak pengembang, maka seharusnya yang dituntut pemilik proyek bukan agennya.

“Tugas agen sudah selesai setelah mereka mempertemukan antara calon pembeli dan pengembang, kemudian dikeluarkan surat PPJB itu,” kata saksi ahli Mahmutarom saat menjawab pertanyan Ketua Majelis Hakim Agus Iskandar, sedangkan Jaksa Penuntut Umum, Herawati.

Namun, kata saksi, jika terdakwa sebagai agen pemasaran apartemen tidak menyetorkan uang dari calon pembeli atau korban kepada pengembang atau pihak pengelola proyek, maka dia, dapat dikenai pasal tindak pidana penipuan.

“Pihak agen sudah menyetorkan uang dari calom pembeli ke pengembang. Namun, pengembang belum melaksanakan apa yang harus dikerjakan atau membangunan apartemen, maka yang bertanggung jawab adalah pengembang atau pemilik proyek,” tuturnya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here