WONOSOBO, Jowonews.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengelola desa wisata bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan potensi desanya.

Ganjar mengungkapkan sebagian besar wisatawan kini lebih banyak mengakses internet melalui media sosial untuk mengetahui destinasi pariwisata yang mereka ingin kunjungi.

“Inilah yang mesti ditangkap sebagai peluang oleh pihak desa yang merasa memiliki potensi pariwisata dan ingin maju,” katanya dalam diskusi kepariswisataan lintas sektor pada Festival Desa Wisata di Anggrung Gondok, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Wonosobo, Jumat (24/11).

Selain lebih murah, katanya, promosi wisata melalui media sosial kini memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas.

Oleh karena itu, dia meminta agar para pengelola desa wisata secepatnya membuat akun di media sosial untuk memperkenalkan potensi desa mereka.

“Satu Desa, saya minta untuk membuat minimal satu akun media sosial sehingga memudahkan untuk promosi,” katanya.

Gubernur berharap semua pihak bergerak untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata di setiap desa.

“Ambil contoh Desa Ponggok, Klaten kini telah mampu menghasilkan pendapatan dari sektor pariwisata desa hingga mencapai Rp10,2 miliar per tahun,” katanya.

Keberhasilan Desa Ponggok dalam mengoptimalkan potensi wisata di desanya tersebut, diakui Ganjar merangsang banyak desa di Jawa Tengah untuk berbenah demi menarik perhatian wisatawan.

Ia menuturkan kunci sukses Desa Ponggok dan sejumlah desa lain dalam mengoptimalkan potensi pariwisata tidak dapat lepas dari pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here