ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com — Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman menegaskan setiap dosennya wajib melakukan minimal satu penelitian plus publikasi jurnal internasional.

“Penelitian merupakan salah satu tridharma perguruan tinggi, selain pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga dharma ini wajib dilakukan secara terintegrasi,” katanya di Semarang, Senin (27/11).

Hal itu diungkapkan Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu membuka seminar hasil penelitian, pengabdian, dan pameran produk unggulan lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes.

Fathur menjelaskan Unnes mendorong para dosennya melakukan penelitian, salah satunya dengan dukungan dana yang tersebar di LP2M Unnes, kemudian dana penelitian di fakultas dan program pascasarjana.

“Dari LP2M, dananya ada dua sumber. Pertama, dari DIPA Unnes, kemudian dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta kerja sama lainnya. Dananya sekitar Rp12 miliar,” katanya.

Untuk setiap fakultas dan program pascasarjana, kata dia, juga mengalokasikan masing-masing Rp1 miliar untuk penelitian sehingga total dana penelitian Unnes sudah sesuai standar minimal Dikti.

Oleh karena itu, kata dia, Unnes mewajibkan setiap dosennya melakukan penelitian yang akan dikontrol melalui sistem BKD (beban kerja dosen) yang harus dipenuhi oleh setiap dosen.

“Dosen yang tidak bisa memenuhi BKD, kami akan beri ‘surat cinta’. Kalau ternyata tidak bisa memenuhi juga akan terkena portal. Remunerasinya tidak bisa cair sampai bisa memenuhi kewajibannya,” katanya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here