ilustrasi

BANTUL, Jowonews.com – Sejumlah objek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta terdampak cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang karena badai siklon tropis Cempaka beberapa waktu lalu.

“Untuk pariwisata dari kejadian kemarin memang ada beberapa yang terdampak, salah satunya Gua Selarong, itu ada beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup berarti,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto di Bantul, Rabu (6/12).

Hujan deras serta angin kencang dampak badai siklon tropis Cempaka pada 28 November 2017 mengakibatkan banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Kejadian itu dilaporkan merusak infrastruktur, termasuk fasilitas di objek wisata.

Ia mengatakan kerusakan di kawasan objek wisata Gua Selarong salah satunya terjadi di sebuah bangunan untuk diorama yang sebelumnya tidak terpakai, namun karena kejadian 28 November rusak akibat tertimpa reruntuhan saat itu.

“Kami akan melakukan pembenahan-pembenahan, bagaimanapun caranya akan kita lakukan, dan kami masih punya anggaran pemeliharaan meski sedikit,” katanya.

Selain di Gua Selarong Kecamatan Pajangan, kerusakan di objek wisata karena dampak Badai Cempaka itu juga terjadi di kawasan Pantai Parangtriris yaitu sekitar ikon wisata ada sedikit kerusakan dan akan diperbaiki.

“Prinsipnya bahwa apapun yang mampu bisa kita lakukan, akan kita lakukan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang ada. Dan kami juga akan menghubungi pihak ketiga untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Kwintarto mengatakan meski sektor pariwisata Bantul terdampak kejadian 28 November 2017, namun diakui tidak menurunkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Bantul terutama pantai selatan masih jadi tujuan favorit wisatawan.

“Kami lihat dari aspek kunjungan wisata khususnya di pantai selatan kemarin tidak ada dampak, dan pendapatan wisata kita juga tidak menurun, artinya bahwa objek wisata kita sementara ini masih menjadi idola di DIY,” katanya.(jwn4/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here