ilustrasi

PURWOKERTO, Jowonews.com – Jalur kereta yang ambles di Km 227+3/4 antara Stasiun Warungbandrek dan Stasiun Bumiwaluya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah bisa dilewati.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, jalur rel lintas selatan dapat dilewati kereta api kembali setelah sempat ditutup.

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari PT KAI Daop 2 Bandung, selesai ditangani dapat dilalui kereta api kembali pada pukul 08.33 WIB, namun dengan kecepatan 5 kilometer per jam karena masih dalam penyempurnaan,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (7/12).

Kereta api pertama yang melintas yakni KA 180 Pasundan relasi Kiaracondong-Surabayagubeng.

Karena tinggal penyempurnaan, KA 215 Serayu Pagi relasi Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen yang semula akan berubah pola operasinya langsung menuju Pasarsenen melalui Cirebon, akhirnya tetap beroperasi sesuai dengan rutenya.

Perubahan pola operasi KA 215 Serayu Pagi relasi Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasar Senen yang berangkat dari Stasiun Purwokerto pada pukul 06.30 WIB itu direncanakan oleh manajemen PT KAI (Persero), karena penanganan amblesan di Km 227+3/4 diperkirakan membutuhkan waktu enam jam terhitung sejak pukul 01.50 WIB.

Akan tetapi beberapa saat menjelang keberangkatan KA 215 Serayu Pagi, pihak Stasiun Purwokerto memperoleh informasi jika lokasi amblesan di Km 227+3/4 diperkirakan dapat dilewati pada pukul 07.40 WIB, sehingga kereta api kelas ekonomi bersubsidi itu tetap melayani penumpang sesuai dengan rutenya di lintas selatan.

“KA Serayu Pagi enggak jadi diberangkatkan langsung ke Pasarsenen melalui Cirebon, sehingga tetap beroperasi sesuai dengan rute normal. Kami atas nama PT KAI (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian dan kondisi yang ada sehingga mengurangi kenyamanan pelanggan dalam perjalanan, namun penanganan tersebut kami lakukan untuk keselamatan dan pelayanan pelanggan,” kata Ixfan.

Lokasi amblesan di Km 227+3/4 antara Stasiun Warungbandrek dan Stasiun Bumiwaluya yang berada di wilayah PT KAI Daop 2 Bandung, pertama kali diketahui petugas pemeriksa jalur rel pada hari Kamis (7/12), pukul 00.50 WIB, dan langsung dilaporkan ke pusat pengendali perjalanan kereta api (PPPKA) karena dinilai tidak aman dilewati KA.

Kejadian tersebut berdampak terhadap perjalanan sejumlah kereta api seperti KA 111 Mutiara Selatan rute Surabaya Gubeng-Bandung dan KA 91 Malabar rute Malang-Bandung.

Dua kereta api tersebut mengalami perubahan pola operasi dengan memutar lewat Kroya-Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung karena jalur rel lintas selatan Kroya-Maos-Banjar-Tasikmalaya-Bandung ditutup untuk sementara selama penanganan amblesan di Km 227+3/4.

Oleh karena itu, puluhan penumpang KA Mutiara Selatan dan KA Malabar yang hendak menuju Maos, Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, serta Cipeundeuy turun di Stasiun Purwokerto dan melanjutkan perjalanan ke kota-kota tujuan dengan menggunakan dua bus pariwisata yang disediakan PT KAI (Persero).(jwn4/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here