Musthofa Klaim PKL Kudus Sudah Naik Kelas

  • Whatsapp
ilustrasi

KUDUS, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengklaim sebagian pedagang kaki lima (PKL) di Kudus berhasil naik kelas, sehingga tingkat kesejahteraannya menjadi lebih baik.

“Kami perkirakan, sudah banyak PKL di Kudus yang berhasil naik kelas. Bahkan jika dipersentase bisa mencapai 50-an persen,” kata Bupati Musthofa di sela-sela kegiatan Gebyar PKL Kudus 2018 di GOR Bung Karno Kudus, Jumat.

Naik kelas yang dimaksud, kata dia, dari sebelumnya hanya berjualan di lapak, kini bisa memiliki kios dan sebelumnya masih berjualan dengan sepeda kayuh, kini bisa membeli sepeda motor.

Menurut dia, hal itu sudah bukan lagi kebutuhan pemerintah, melainkan kebutuhan mereka sendiri.

Terkait gebyar PKL, sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka.

Ia berharap, apresiasi tersebut tidak sekadar ucapan pemanis, melainkan benar-benar memberikan perhatian serius.

Salah satu bentuk perhatian yang diberikan Pemkab Kudus, yakni digagasnya hari jadi PKL sejak tahun 2014.

“Sejauh ini, Pemkab Kudus telah memfasilitasi kepastian tempat usaha agar ada kenyamanan dalam berjualan melalui surat keputusan bupati terkait PKL di Kudus,” ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, SK tersebut memberikan kekuatan hukum terhadap PKL yang berjualan di Kudus.

Apalagi, lanjut dia, PKL merupakan salah satu indikator untuk membangun ekonomi rakyat.

“Ekonomi kerakyatan akan terbangun dengan baik, mana kala pemda punya atensi dan perhatian kepada mereka,” ujarnya.

Ia berharap, selepas dirinya tidak menjabat sebagai bupati Kudus dukungan terhadap PKL harus tetap terjaga dan berkesinambungan.

Gebyar PKL yang digelar di GOR Bung Karno Kudus, diikuti 56 PKL yang menempati masing-masing gerai yang disediakan.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kudus, jumlah PKL di Kabupaten Kudus mencapai 3.535 PKL, sebanyak 2.382 PKL di antaranya merupakan PKL umum dan 1.153 PKL sekolah.

Ketua Paguyuban PKL Kudus M. Thoha menyampaikan, apresiasinya terhadap Pemkab Kudus yang telah membantu PKL bisa berkembang, sehingga bisa naik kelas.

“Berkat dukungan bupati, kami merasa aman berjualan karena tidak ditertibkan Satpol PP,” ujarnya.

Jika sebelumnya PKL dianggap pembuat kemacetan, kata dia, saat ini tidak demikian, karena sudah tertata dengan baik.

“Slogan Kudus surganya PKL memang bukan omongan belaka, karena kenyataan PKL di Kudus merasakan sendiri adanya dukungan pemkab,” ujarnya.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *