‘Di Jateng Setiap Hari Panen’

  • Whatsapp
ilustrasi

BANJARNEGARA, Jowonews.com — Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Momon Rusmono menilai impor beras tidak perlu karena stok komoditas pangan itu masih melimpah.

Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, pada bulan Januari potensi panennya sekitar 110.000 hektare. “Artinya, di Jateng pada bulan Januari ini panen alhamdulillah di setiap kabupaten ada, tiada hari tanpa panen, tiada hari tanpa tanam,” kata Penanggung Jawab Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai Provinsi Jawa Tengah itu usai panen padi di Desa Pringamba, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (6/1).

Khusus untuk Kabupaten Banjarnegara, kata dia, potensi panen pada bulan Januari sekitar 1.000 hektare di Kecamatan Pandanarum sekitar 100 hektare, dan Desa Pringamba sekitar 30 hektare. Adapun luas tanam pada bulan Januari sekitar 2.500 hektare.

Ia berharap dengan kondisi seperti ini memang seharusnya dan tidak layak kalau ada impor (beras) karena secara nasional pada bulan Desember pun panennya sekitar 1.000.000 hektare.

Kalau berbicara 1.000.000 hektare, produktivitas rata-rata 6 ton per hektare. Hal itu berarti ada 6.000.000 ton gabah kering panen. Jika dikonversi ke beras, lanjut dia, ada sekitar 3.000.000 ton, sedangkan kebutuhan nasional itu hanya 2,6 juta ton.

Momon mengatakan bahwa hal itu menunjukkan jika biasanya pada bulan November hingga Januari terjadi paceklik, saat sekarang justru tidak ada paceklik karena luas tambah tanamnya meningkat sehingga panennya bertambah. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *