Polisi Pencuri Uang Bank Mandiri Terancam Diberhentikan

  • Whatsapp
ilustrasi

JAKARTA, Jowonews.com – Seorang polisi Polres Tabalong, Kalimantan Selatan, Brigadir Jumadi yang terlibat kasus pencurian dengan kekerasan terhadap korban karyawati Bank Mandiri dan mencuri uang lebih dari Rp 10 miliar, terancam diberhentikan dengan tidak hormat dari institusi Kepolisian.

“Iya, benar,” kata Kabidhumas Polda Kalimantan Selatan AKBP M. Rifai dalam pesan singkat, Minggu, mengonfirmasi ancaman pemberhentian tidak hormat yang bakal dihadapi Jumadi.

Menurut AKBP Rifai, proses hukum atas kasus pidana yang dilakukan terhadap Jumadi dan proses pemecatan yang akan melalui sidang kode etik akan berjalan bersamaan. “Sama-sama berjalan prosesnya, baik kasus pidananya, pelanggaran disiplin maupun sidang kode etiknya,” katanya.

Saat ini tersangka Jumadi dan rekannya seorang warga sipil bernama Yongki ditahan di Rutan Polda Kalsel. Sementara polisi sudah menemukan dan menyita uang senilai Rp10 miliar hasil curian kedua tersangka dengan rincian Rp4,4 miliar ditemukan di rumah kerabat Jumadi di Landasan Ulin, Banjar Baru, Tabalong serta Rp5,6 miliar sisanya ditemukan di rumah milik AP yang terletak di Astambul, Martapura. AP diketahui merupakan teman Yongki. “Masih tersisa Rp55 juta yang belum ditemukan,” katanya.

Sebelumnya, Brigadir Jumadi dan Yongki ditangkap polisi karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan terhadap Atika, karyawan Bank Mandiri dan Gugum, sopir Bank Mandiri serta mencuri uang bank senilai lebih dari Rp10 miliar.

Kasus itu terjadi usai Jumadi menjalankan tugas mengawal pengambilan uang di Kantor Bank Mandiri Cabang Banjarmasin.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *