ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tri Nur Kristina mengungkapkan tim yang dibentuk untuk menelusuri penelitian salah seorang dosen pemenang lomba Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang diduga bermasalah.

“Hari ini sudah mulai bekerja,” kata Kristina yang dihubungi di Semarang, Kamis.

Namun, dia belum bersedia menjelaskan lebih lanjut tentang kerja tim investigasi itu.

Menurut dia, tim tersebut merupakan bentukan Fakultas Kedokteran.

Awalnya tim tersebut dibentuk secara gabungan dengan bagian lain. Namun, oleh universitas dikembalikan ke Fakultas Kedokteran untuk penanganannya.

“Ini saya masih di Aceh, nanti hari Senin saja kalau mau wawancara langsung,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, penelitian dosen Undip Semarang yang memenangi juara 3 lomba yang digelar Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi diduga bermasalah.

Dari penelusuran informasi yang dilakukan Antara, penelitian berjudul “Manfaat Krim Isoflavon Kedelai 1 Persen sebagai Anti-Akne Vulgaris” tersebut diduga mencantumkan nama sejumlah peneliti lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Penelitian karya dosen Undip bernama Puguh Riyanto yang mengambil sampel kedelai asal Grobogan, Jawa Tengah, itu memperoleh penghargaan dalam Ristekdikti dan Martha Tilaar Innovation Center (MTIC) Award 2017 yang dilaksanakan Agustus 2017.

Dari data yang diperoleh, penelitian itu diketahui dilakukan Puguh Riyanto bersama dengan sejumlah pakar dari Undip.

Beberapa nama yang tercantum dalam penelitian itu, antara lain, Guru Besar Undip Prasetyowati, dosen Undip Dr. Bambang Cahyono, dan Drs. Suharjono.(jwn4/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here