ilustrasi

JAKARTA, Jowonews.com – Lembaga Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mengingatkan angka impor perikanan ternyata tumbuh melebihi ekspor sehingga hal tersebut harus diperhatikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“KKP harus memperhatikan dan menjaga pertumbuhan ekspor agar tumbuh secara signifikan dan mencapai target yang telah ditetapkan,” kata Peneliti DFW Indonesia Nilmawati, Sabtu.

Menurut dia, pertumbuhan ekspor perikanan pada 2017 mencapa 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi pertumbuhan impor pada periode yang sama ternyata mencapai 14,4 persen.

Nilmawati berpendapat ekspor dan impor perikanan tidak saja ditentukan oleh intervensi KKP, tetapi dipengaruhi dinamika situasi perdagangan, seperti yang dicontohkan melonjaknya impor ikan makarel yang diimpor karena memenuhi kebutuhan bahan baku pemindangan dan industri pengalengan ikan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kondisi ekspor komoditas perikanan Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain di tengah situasi perekonomian global saat ini yang sedang menurun.

“Ekspor, walaupun turun, tetapi dibandingkan negara lain jauh lebih baik,” kata Menteri Susi dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (11/1).

Susi Pudjiastuti juga mengingatkan bahwa pada saat ini di kawasan perairan Indonesia, jumlah stok ikan naik sehingga tangkapan juga meningkat dan nilai tukar nelayan dan pembudidaya juga mengalami kenaikan yang berarti bahwa jumlah pendapatan yang mereka terima saat ini juga meningkat dibanding sebelumnya.

Semua hal itu, ujar dia, juga menunjang kepada kinerja sektor kelautan dan perikanan dalam rangka memperbaiki serta membenahi ekonomi Indonesia agar terus meningkat.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo menyatakan bahwa turunnya volume ekspor tidak berpengaruh kepada meningkatnya nilai ekspor per tahun, antara lain karena setiap tahun ada faktor meningkatnya harga ekspor serta produk perikanan memiliki nilai tambah, dan rata-rata produk yang turun volume ekspornya adalah produk dengan harga yang relatif rendah.

Sedangkan Presiden Joko Widodo meminta KKP untuk meningkatkan produksi industri perikanan.

“Sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan, terutama yang mendorong untuk ekspor ikan, karena ekspornya kita turun,” kata Presiden di Jakarta, Rabu (10/1).

Menurut Presiden, dirinya mendukung seluruh upaya untuk meningkatkan produksi perikanan di Indonesia, baik tangkap maupun budi daya.(jwn4/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here