Pemerintah Amerika Serikat Berhenti Operasi

  • Whatsapp
ilustrasi, foto : Getty Images

WASHINGTON, Jowonews.com – Pemerintah Amerika Serikat berhenti beroperasi pada Jumat tengah malam waktu setempat setelah para wakil rakyat dari Partai Demokrat dan Republik gagal menyepakati anggaran belanja tahun fiskal 2018.

Mereka masih bersengketa soal anggaran imigrasi dan keamanan daerah perbatasan.

Pada rapat tengah malam, Senat menolak usulan untuk memperpanjang masa fiskal 2017 sampai 16 Februari agar parlemen punya waktu lebih banyak merundingkan masalah imigrasi dan perbatasan. Usulan itu hanya memperoleh dukungan 50 senator dari 60 yang dibutuhkan.

Sebagian besar senator Demokrat menolak rancangan tersebut karena tidak melibatkan anggaran perlindungan ratusan ribu imigran yang datang ke Amerika Serikat sebagai anak-anak. Pemerintahan Presiden Donald Trump dari Partai Republik memang tengah mengetatkan kebijakan imigrasi.

Pemimpin faksi Republik Mitch McConnell dan pemimpin faksi Demokrat Chuck Schumer sempat menggelar perundingan darurat namun berakhir dengan kegagalan sehingga semua pembiayaan untuk operasi pemerintahan dihentikan mulai Sabtu ini, atau tepat setahun pengangkatan Trump sebagai presiden.

Sampai tercapainya kesepakatan anggaran belanja, sejumlah badan pemerintahan pusat tidak bisa beroperasi dan ratusan ribu pegawai negeri sipil terpaksa menjalani cuti tanpa gaji.

Trump menyalahkan Demokrat atas kegagalan ini.

“Malam ini mereka menempatkan kepentingan politik di atas keamanan nasional, militer, anak-anak, dan kemampuan negara kita untuk melayani warga Amerika,” demikian pernyataan tertulis Gedung Putih.

Para pemimpin Demokrat dan Republik sepakat untuk memulai kembali perundingan pada Sabtu dan mengaku berkomitmen mencapai kesepakatan secepatnya.

Namun kedua belah pihak diperkirakan bakal sulit berkompromi karena kekalahan politik bisa berdampak besar bagi pemilihan anggota Kongres–yang terdiri dari dewan perwakilan (House of Representatives) dan Senat–pada pertengahan tahun ini.

Partai Republik kini menguasai dewan perwakilan dan Senat. Mereka berhasil meloloskan usulan sementara pada Kamis. Namun usulan itu harus disetujui oleh Senat dan butuh 10 senator Demokrat untuk mendukungnya.

Namun hanya lima orang senator Demokrat yang mendukung usulan sementara itu dan lima senator dari Partai Republik malah menolaknya.

Demokrat ingin memasukkan anggaran perlindungan deportasi bagi 700.000 imigran ilegal yang datang ke Amerika Serikat saat masih anak-anak. Namun Partai Republik menolaknya.

Trump, yang selama masa kampanye lalu menjanjikan kebijakan ketat soal imigrasi, pada pekan lalu menolak usulan bipartisan yang sempat disepakati.

Dia mensyaratkan anggaran negara yang lebih besar bagi pembangunan tembok di perbatasan, jika Demokrat ingin program perlindungan bagi para imigran muda diloloskan.

Meski secara resmi operasi pemerintahan sudah ditutup, para pegawai negeri sipil yang bekerja di lembaga dengan peran krusial, seperti di bidang keamanan nasional, masih akan tetap menjalankan tugasnya.

Termasuk di antaranya adalah 1,3 juta personil militer yang tetap berdinas meski tidak memperoleh gaji sampai tercapainya kesepakatan anggaran.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *