PURBALINGGA, Jowonews.com – Komisi D DPRD Jateng memantau perkembangan pengembangan Bandar Udara (Bandara) Jenderal Besar Soedirman, di Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jumat (9/2/2018). Sesuai rencana bandara tersebut akan digarap oleh PT Angkasa Pura II (PT. AP II) untuk penerbangan komersial. 

Pembangunan ini masih berjalan pada tahap penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MOU) antara TNI AU, Pemprov Jateng, Pemkab Purbalingga, dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia.

Dari pantauan itu, anggota Komisi D Samirun mengatakan, pembangunan bandara ini akan sangat bermanfaat untuk memberikan alternatif pilihan moda transportasi udara bagi masyarakat Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Purwokerto.

“Pembangunan bandara jangan setengah-setengah. Kalau lahan yang tersedia hanya 1.600 meter persegi paling mentok hanya pesawat sejenis ATR. Untuk menjadi bandara besar minimal lahan yang tersedia 2.500 meter persegi,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Purbalingga Imam Wahyudi menjelaskan kendala lahan memang masih dihadapi. Harus ada pembebasan lahan seluas 24 ribu meter persegi atau 2,4 hektare, sementara lahan lainnya seluas 1.600 meter persegi masih berupa persawahan. 

“Jika kami hitung lagi, ada 2,4 hektare lahan yang harus dibebaskan, rencana teknis terinci (RTT) sudah disiapkan oleh PT AP II yang saat ini menjadi acuan kita.  kira-kira akhir Desember tahun ini pengerasan lahan yang 1.600 meter persegi akan selesai. Kami berharap Komisi D dapat membantu kami mengekspose lahan 24 hektare itu kepada Pak Gubernur agar bandara ini cepat selesai,” harapnya.

Melanjutkan, Anggota Komisi D Siti Ambar Fatonah berharap agar pembangunan bandara ini benar-benar bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat umum, mengingat moda transportasi darat yang saat ini sudah berkembang dengan harga yang terjangkau. 

“Semoga bandara ini pembangunannya cepat selesai, dan harus ada manfaat yang besar, jangan sampai mubazir anggaran,” ujarnya.

PT Angkasa Pura II bertekad mengembangkan sekaligus mengelola Bandara Jenderal Besar Soedirman. Untuk pengembangan bandara tersebut, perusahaan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 320 miliar yang dimulai pada awal 2018 hingga 2019.

PT AP berencana pengembangan landas pacu atau runway dari eksisting 850 m x 50 m menjadi 2.000 m x 45 m dan pembangunan terminal penumpang pesawat seluas 2.000 m2 guna mengakomodasi penerbangan Boeing 737 series atau Bombardier serta melayani sekitar 200.000 penumpang per tahun.​ (JWN3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here