SEMARANG, Jowonews.com — Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menjelaskan pembangunan jalan di kawasan Kota Lama Semarang meniru dan mengadopsi konsep di Eropa.

“Di Eropa, jalan-jalannya kan menyatu dengan drainase di bawah tanah, termasuk kabel dan jaringan lainnya,” kata Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Selasa (13/2).

Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu mengatakan sekarang ini “ducting” (saluran) untuk menanam kabel listrik dan jaringan lainnya sedang disiapkan.

Jadi, kata dia, nantinya kawasan Kota Lama akan bersih dari kabel-kabel yang menggantung semrawut yang mengganggu keindahan, di samping mempertimbangkan aspek keamanan.

“Pertimbangannya, memang agar kawasan Kota Lama Semarang terlihat bersih dan indah. Bebas dari kabel-kabel melintang. Sekarang ini, kabel listrik, dan sebagainya kan masih semrawut,” katanya.

Menurut dia, upaya revitalisasi dan penataan kawasan Kota Lama Semarang yang didanai Rp135 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang berjalan.

“Pembangunannya banyak, seperti jalan, (pengaturan, red.) drainase, dan sebagainya. Nanti, kan ada juga polder mini di kawasan Bubakan Semarang yang sekarang berupa taman,” katanya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here