DPRD: Proyek Bandara Baru Ahmad Yani Segera Tuntas

DENGARKAN PAPARAN. Ketua Komisi D Alwin Basri mendengarkan paparan dari Kepala Satker Bandara Ahmad Yani Tony Alam.

SEMARANG, Jowonews.com – PT Angkasa Pura I terus mengebut proyek Bandara “New” Ahmad Yani. Secara keseluruhan proyek yang dianggarkan Rp 2 triliun itu sudah menampakkan wujudnya sebagai bandara kelas internasional.

Kepala Satker Proyek pengembangan bandara Tony Alam menyatakan, pihaknya terus bekerja siang-malam supaya bisa menyelesaikan proyek sesuai waktunya. Terlebih pada 25 Mei nanti pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan melakukan verifikasi perkembangan pekerjaan proyek. 

Hal itu diungkapkannya di depan Komisi D DPRD Jateng yang meninjau pekerjaan proyek Bandara “New” Ahmad Yani, Selasa (17/4/2018). Rombongan DPRD tersebut dipimpin Ketua Komisi D Alwin Basri. Turut bersama rombongan Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminudin.

Tony menjelaskan, verifikasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan untuk menentukan pengoperasian bandara. Sesuai dengan target yang diberi pemerintah, bandara yang ada di jantung Kota Semarang itu harus beroperasi 2 Juni.  

“Kalau dinilai layak beroperasi, maka 2 Juni seluruh penerbangan komersial sudah bisa dimulai di lokasi yang baru. Bandara yang lama sementara hanya untuk bongkar muat kargo,” ungkap dia.

Melihat pekerjaan yang sedang dikebut oleh PT Angkasa Pura, sejumlah anggota Komisi D belum sepenuhnya yakin bisa memenuhi target penyelesaian. Diutarakan Ngainirichadl, dirinya belum bisa yakin bandara bisa beroperasional.

“Kalau dilihat secara fisik sekarang ini, saya rasa belum bisa selesai sesuai tenggat yang ditentukan. Kalau memang harus selesai, tenaga kerja lapangan harus ditambah,” ungkap politikus PPP itu.

Dalam kunjungan kerja itu jajaran Komisi D melihat pekerjaan terminal penumpang (apron), mulai dari lantai I sampai lantai II. Dari sisi lantai, atap, sampai pada dinding belum ada yang memperlihatkan penyelesaian secara 100 persen.

Tony mengakui, pekerjaan yang sudah selesai seluruhnya adalah landasan pacu dan bangunan. Bahkan akses jalan yang menuju bandara baru sudah sepenuhnya selesai. Kepada Komisi D, ia turut mengungkapkan ada sejumlah permasalahan terkait wewenang sejumlah lahan dan bangunan.

Sampai saat ini masih ada lahan seluas 21 hektare yang masih dalam proses apraisal. Lahan tersebut masih dimiliki pihak swasta. Selanjutnya keberadaan jalan masuk sepanjang 600 meter masih dimiliki Pemkot Semarang. Permasalahan lainnya yang perlu diselesaikan adalah manajemen lalu lintas dari Jalan Madukoro atau jalan lingar yang menuju bandara. PT Angkasa Pura berharap ada jalur khusus yang menuju bandara.

“Sekarang ini banyak percabangan. Saya khawatir bila ada gangguan teknis atau nonteknis, warga yang menuju bandara akan terganggu. Karena itu perlu ada penyelesaian,” ucapnya.

Alwin Basri menegaskan, sejumlah permasalahan akan dibahasnya dengan sejumlah pihak terkait. Keberadaan Bandara Ahmad Yani sangat dibutuhkan, mengingat lokasi yang lama sudah tidak bisa menampung penumpang. (ADV/JWN3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *