Palang Pintu KA di Tegowanu Grobogan Harus Segera Dibangun

  • Whatsapp
PALANG PINTU. Komisi D saat meninjau lokasi proyek palang pintu KA di Tegowanu Grobogan, Rabu (18/4/2018)

GROBOGAN, Jowonews.com – Komisi D DPRD Jateng melakukan pantauan ke lokasi proyek palang pintu kereta api (KA) di Jaringan Perlintasan Langsung (JPL) 33 Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan, Selasa (18/4/2018).

Dalam pantauan itu, Komisi D menilai Dishub Jateng harus segera membangun palang pintu di daerah tersebut, mengingat ramainya lalulintas dan padatnya pemukiman.

Menurut Sekretaris Komisi D DPRD Jateng Jayus pembangunan palang pintu itu harus memerhatikan titik-titik rambu yang akan dipasang nantinya. Ia menyarankan pemasangan rambu jangan terlalu dekat dengan rel KA.

“Rambu-rambunya harus diperhatikan, jangan terlalu dekat. Dengan begitu, pengendara bisa mengetahui nantinya ada palang pintu di depan,” kata Legislator dari Fraksi PAN itu.

Ia juga mengatakan sebaiknya palang pintu itu dibuat dengan sistem otomatis. Sehingga, dari jarak yang akan mendekati perlintasan, indikator dapat menyala dan palang pintu segera menutup.

“Ya, bagusnya harus pakai palang pintu otomatis,” sarannya.

Menanggapi hal itu, Kabid Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian (Jatranska) Dishub Jateng Henggar Budi Anggoro menjelaskan pihaknya segera membangun palang pintu dan rambu-rambu. Selama ini, kata dia, palang pintu dibangun oleh warga setempat secara swadaya.

“Palang pintu yang ada saat ini bukan dibangun dishub tapi warga. Nanti, dibangun yang lebih baik lagi untuk keamanan dan kenyamanan pengendara,” kata Henggar.

Sementara, salah seorang ‘Pak Ogah’ di JPL 33 Tegowanu mengaku selama ini palang pintu dijaga warga setempat. Palang pintu itu sendiri baru dibangun satu bulan setengah ini.

“Untuk petugas jaga, berasal dari warga setempat, siang hari empat orang dan tiga orang pada malam hari,” ungkap warga tersebut.

Soal honor jaga, ia juga mengaku, dirinya bersama warga lainnya hanya mendapat ‘recehan’ dari kendaraan yang melintas. Rata-rata sehari mendapatkan Rp 100 ribu. 

“Itupun dibagi empat orang. Dari dishub tidak memberikan honor, cuma kasih stik lampu sama rompi,” ungkapnya. (JWN3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *