Benarkah Wakapolres yang Tembak Mati Iparnya Gila?

  • Whatsapp
ilustrasi

MEDAN, Jowonews.com — Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyatakan mantan Kasat Reskrim Polresta Medan Komisaris Polisi (Kompol) Fahrizal yang menembak mati iparnya, mengalami gangguan jiwa berat.

Fahrizal telah dibantarkan penyidik Polda Sumut ke Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem, Jalan Tali Air, Medan Tuntungan. Keanehan-keanehan sikap Fahrizal sebenarnya sudah berlangsung saat dia masih menjabat Kasat Reskrim Polresta Medan.

Teguh Wiyono, kerabat Fahrizal, misal, mengaku pernah melihat Fahrizal mengamuk sambil memegang samurai. Namun ia tidak mengingat penyulut peristiwa itu. “Orangnya sebenarnya baik, baguslah, banyak memberi sumbangan juga,” kata Teguh, beberapa waktu lalu.

Menurutnya selama ini tidak pernah ada masalah antara Fahrizal dengan Jumingan (ipar). Hubungan keduanya harmonis dan tak pernah cekcok. “Hubungan mereka bagus, enggak ada masalah,” ujarnya.

Sementara kerabat lain yang tak ingin identitasnya dipublikasi mengungkapkan, Fahrizal satu ketika pernah mengamuk sejadi-jadinya dan ingin membakar rumah.

“Waktu dia tugas di Medan pernah tiba-tiba mengamuk. Pegang senjata juga. Dia mengamuk mengeluarkan barang-barang, termasuk STNK lalu membakarnya di samping rumah,” kata seorang kerabat yang tak mau disebutkan namanya.

Sumber lain menyatakan kejiwaan Fahrizal bermasalah setelah ia menuntut ilmu. Berbagai hal aneh kerap ditunjukkan Fahrizal, termasuk saat menyatakan ipar yang ia tembak adalah Dajal.

“Kesannya memang dibuat-buat, tetapi sebenarnya tidak. Hilang-timbul (masalah kejiwaan) dia. Silakan tanya mantan anak buahnya saat Fahrizal di Medan, pasti bilang ada anehnya,” ujar seseorang yang mengatakan Fahrizal juga kerap mengoleksi benda-benda aneh seperti keris. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *