ASN Jateng Kumpulkan Zakat Rp31,7 M

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan zakat dengan jumlah mencapai Rp31,7 miliar pada periode 2018.

“Alhamdulillah, zakat tersebut diperoleh dari berbagai sumber, mulai zakat sukarela dari aparatur sipil negara sampai zakat perorangan, sedangkan peruntukannya banyak hal, mulai dari pendidikan, pengentasan kemiskinan sampai penanggulangan kebencanaan. Sesuai syarat distribusi atau pentasharufan zakat,” kata Ketua Badan Amal Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji di Semarang, Rabu (27/12/2018).

Ia memerinci, zakat yang terkumpul pada 2018 berasal dari ASN atau organisasi perangkat daerah (OPD) sebanyak Rp30,75 miliar, dari BUMN/BUMD sebanyak Rp546.499.125, instansi vertikal terkumpul sebanyak Rp379.014.947, sedangkan dari perseorangan terkumpul zakat Rp79.739.513.

Peruntukan dana zakat tersebut diantaranya 18 rumah tidak layak huni (RTLH) Rp180 juta, Rp75 juta untuk 75 orang penyuluh agama, Rp1,063 miliar untuk guru TPQ, Rp926 juta untuk 926 guru madin, kesehatan Rp624,2 juta, bantuan bencana Rp600,37 juta, bantuan modal Rp401,2juta, Rp2,8 miliar untuk 62 pondok pesantren, Rp1,455 miliar untuk 62 masjid, serta Rp1,262 miliar untuk 83 Madin dan TPQ.

“Kami akan terus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan di Provinsi Jateng dengan berbagai cara, memberi pelatihan dan memberikan alat untuk kerja sampai pembangunan RTLH,” ujarnya pada Rakor Baznas Provinsi Jateng di Wisma Perdamaian yang diikuti pimpinan OPD, BUMN/BUMD, Ketua Baznas kabupaten/kota se-Jateng.

Ia menjelaskan zakat yang dikelola Baznas Jateng akan digunakan untuk penguatan pendidikan, pengentasan kemiskinan sampai penanggulangan kebencanaan, sedangkan pada 2019 bakal dimanfaatkan mendukung program Pemprov Jateng yang fokus pembangunan sumber daya manusia.

“Insya Allah kami akan mendirikan SMK industri dan perdagangan, mencetak calon pengusaha dengan harapan mampu menjadi salah satu pintu membangkitkan perekonomian di Jawa Tengah,” katanya.

Selain mendirikan sekolah kejuruan, Baznas Jateng juga bakal melahirkan bank dengan skema peminjaman tanpa bunga bagi usaha kecil dan menengah yakni Baznas Micro Finance.

“Bagi pengusaha kecil yang ingin pinjaman bisa pinjam di Baznas tanpa bunga,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku bersyukur karena pemanfaatan zakat di Jateng untuk hal yang produktif diantaranya, membangun sekolah, sertifikasi guru Madin, rumah sakit dan penanggulangan kemiskinan.

“Zakat ini bisa untuk menggenapi anggaran yang tidak ter-cover APBD, kalau kita siapkan sistemnya permodalannya diambil di sini dengan pola syariah, kita bisa memberdayakan masyarakat. Tinggal kita melatih saja, mereka usaha apa, akses permodalannya dibuatkan dari micro finance dari Baznas ini sehingga mereka bisa mandiri,” katanya.

Ganjar juga mengaku semakin bersemangat mengajak ASN untuk bayar zakat, bahkan di hadapan hadirin yang sebagian besar pegawai negeri itu, dirinya menganalogikan siapa sebenarnya yang disebut orang pelit.

“Orang bayar zakat itu bergantung dari cara melihatnya, kalau melihatnya uangnya kurang berapa, wah berarti pelit. Mestinya yang dilihat adalah sisanya berapa, Insya Allah rezekinya berkah. Saya yakin, membayar zakat ini ‘ora gawe melarat’,” ujar Ganjar. (JWN3/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *