Dinas Pertanian: Cilacap Segera Memasuki Masa Panen Padi

  • Whatsapp

CILACAP, Jowonews.com – Sebagian area persawahan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, segera memasuki masa panen padi, kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Erma Syahyuni.

“Berdasarkan pantauan kami, area persawahan yang segera memasuki masa panen padi pada pertengahan hingga akhir Februari ini berada di wilayah timur, khususnya Kecamatan Maos dan Sampang. Potensi luas panennya mencapai 1.500 hektare,” katanya di Cilacap, Jumat.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan area persawahan di wilayah timur Kabupaten Cilacap khususnya yang berada di Daerah Irigasi (DI) Serayu dengan luas sawah yang mencapai kisaran 10.000 hektare memasuki masa tanam lebih awal.

Menurut dia, hal itu disebabkan saluran irigasi di area persawahan tersebut mulai dialiri air sejak 15 September 2018 setelah sempat menjalani perawatan dan perbaikan.

Dengan demikian, kata dia, puncak masa panen padi di Kabupaten Cilacap khususnya yang berada di DI Serayu diperkirakan akan berlangsung pada bulan Maret.

“Selain Maos dan Sampang, area persawahan yang berada di DI Serayu adalah Kecamatan Adipala, Kroya, Binangun, dan Kesugihan. Produktivitasnya diperkirakan mencapai 6 ton per hektare,” katanya.

Erma mengakui jika sebagian masa panen di sebagian wilayah Cilacap berlangsung mundur seiring dengan mundurnya masa tanam yang berlangsung di daerah itu terutama yang berada di wilayah barat seperti Kedungreja, Kawunganten, Sidareja, Bantarsari, dan sebagian wilayah timur khususnya Nusawungu yang sempat tergenang banjir.

Bahkan, kata dia, di wilayah barat Cilacap seperti Kecamatan Kawunganten dan Bantarsari masih ada yang belum selesai tanam padi.

“Namun untuk petani di Kecamatan Majenang, masa panennya ‘lumintu’ karena selesai panen langsung ditanami padi kembali,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi cuaca yang sering berubah-ubah, dia mengatakan hal itu dapat memicu terjadinya serangan hama wereng batang cokelat dan tikus.

Menurut dia, hama tersebut sempat menyerang tanaman padi di sebagian Kecamatan Gandrungmangu dan Sidareja namun dapat segera diantisipasi.

“Alhamdulillah dapat segera diantisipasi dari awal sehingga bisa teratasi. Dengan demikian, produktivitasnya diharapkan tidak mengalami penurunan signifikan,” katanya. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *