Korban Longsor Pudak Payung Ditemukan Mengambang Di Sungai

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Setelah sehari semalam korban hanyut akibat longsor di Salon Tien, Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik, Semarang akhirnya ditemukan di Kali Ketek, Kelurahan Jabungan, Banyumanik. Korban ditemukam sekitar 8 KM dari awal lokasi longsor.

Korban yag tak lain adalah pemilik Salon Tien bernama Sri Murtini (45). Sri merupakan warga Perumahan P4A RT 6 RW VII Blok D, Pudakpayung.

Bacaan Lainnya

Senkom Mitra Polri Kecamatan Banyumanik, Hari Mustofa menuturkan, proses pencarian membutuhkan waktu yang cukup lama karena jarak dan medan penyusuran cukup sulit dijangkau. Namun, setelah proses panjang, akhirnya tim gabungan bisa menemukan korban.

“Setelah kejadian, tim gabungan diterjunkan. Ada lebih dari 100 personel yang melakukan pencarian. Akhirnya korban ditemukan di Kali Ketek, jaraknya kurang lebih 8 KM dari tempat longsor,” ujarnya.

Pertama kali korban ditemukan oleh sekelompok anak SD yang sedang berada di sungai pukul 9 pagi, dengan keadaan jenazah sudah berada di pinggir bebatuan.

Sebelumnya, longsor terjadi di Pudakpayung pada Senin (11/2/2109) siang sekitar pukul 14.10 WIB. Bencana tersebut mengakibatkan ruko Salon Tien ambrol pada bagian belakang dan mengakibatkan satu orang pemilik ruko hilang.

Saksi kejadian, Sugino (62) warga Pudakpayung RT 1 RW VI yang berada di sekitar lokasi mengatakan, saat itu di wilayah Pudakpayung kondisinya hujan deras. Akibatnya, salon yang berada di pinggir sungai, tanahnya tergerus dan mengakibatkan longsor.

“Kemarin saya sedang di warung soto (sebelah salon), tiba-tiba dengar suara brug gitu, terus saya keluar, ternyata Salon Tien ambrol,” ceritanya.

Saat itu, kata Sugino, di salon ada 2 orang. Pemilik salon dan pelanggan. Setelah longsor, pelanggan yang juga bernama Sri bisa menyelamatkan diri meskipun sempat tak sadarkan diri.

“Setelah sadar dia (pelanggan) baru cerita sama saya, katanya yang punya salon ikut ke bawah (terbawa longsor),” imbuhnya.

Pasca itu, Sugino bersama warga lainnya berkoordinasi dengan Ketua RT, RW, serta kelurahan, untuk selanjutnya menghubungi BPBD serta instansi terkait. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *