Rombongan Pesepeda Jelajah Trans Jawa Melintasi Provinsi Jateng

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Rombongan pesepeda Jelajah Trans Jawa melintasi Provinsi Jawa Tengah setelah sebelumnya berangkat dari Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 4 Maret 2019.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut rombongan pesepeda yang terdiri dari 75 peserta saat di Kota Semarang, Rabu, dan kemudian mengantar hingga ke Kabupaten Kendal dengan bersepeda.

“Hari ini teman-teman yang melakukan Jelajah Trans Jawa sudah masuk Jawa Tengah kemarin dari Jawa Timur. Ternyata mereka melihat pembangunan infrastruktur secara langsung dan yang menarik para ‘goweser’ ini masuk ke desa-desa,” kata Ganjar.

Sebelumnya para pesepeda Jelajah Trans Jawa telah singgah di Desa Lerep dan Kalisidi, Kabupaten Semarang, untuk melihat langsung pembangunan infrastruktur dari dana desa.

Dari Kota Semarang mereka akan mengayuh jarak sekitar 258 kilometer sampai Cirebon dan singgah sebentar di Kabupaten Kendal.

Selain melalui ruas utama, para pesepeda juga melintasi desa-desa guna melihat pembangunan dari pemanfaatan dana desa, salah satunya Bada Usaha Milik Desa Langgeng Sari Jaya, Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal.

“Kita melihat hasil pembangunannya, memang dana desa lebih banyak untuk infrastruktur. Ini BUMDes sudah berjalan dan menarik. BUMDes Langgeng Sari Jaya punya tiga unit usaha, dan yang menarik ada unit usaha sekolah sepak bola (SSB) Cakra Muda, ini menarik,” ujarnya.

Selain SSB, lanjut Ganjar, BUMDes tersebut juga mengelola sampah keluarga dan mengelola pasar.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar pun memamerkan keunikan BUMDes Langgeng Sari Jaya tersebut kepada para “goweser” yang kebanyakan berasal dari luar Jawa.

“Terus ada unit usaha pengelolaan sampah keluarga ini yang kita dorong sampah tidak dibuang tapi dikelola, ada unit usaha pengelolaan pasar dan sudah membangun tiga skema sewa, jangka pendek, menengah dan panjang dengan tarif yang berbeda.

Mudah-mudahan kreativitas ini jadi contoh inovasi pengelolaan dana desa di Jateng, katanya.

Melihat dan menikmati langsung pembangunan infrastruktur memang menjadi tujuan utama Jelajah Trans Jawa ini.

Tidak jarang, para peserta dibuat terkesima dengan progres pembangunan infrastruktur, terutama saat melewati pedesaan.

Salah satu peserta Jelajah Trans Jawa, Fahriansjah yang berasal dari Makassar menyebutkan bahwa pesona infrastruktur dan pedesaan memang membuat wajah seluruh wilayah di Indonesia semakin cantik.

“Kemarin ketika menjelajahi Jawa Timur, betapa bagusnya infrastruktur yang telah dikerjakan. Selain itu, pembangunan di desa-desa juga semakin gencar,” ujarnya. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *