Dalam Waktu Dekat, Elevasi Bendungan Logung Diharapkan Mencapai Titik Limpasan

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Tingkat elevasi Bendungan Logung Kabupaten Kudus, Jawa Tengah saat ini mencapai 88,005 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau mendekati titik limpasan pada elevasi 88,5 mdpl.

“Curah hujan yang terjadi selama ini cukup mendukung pengisian waduk sehingga bulan ini sudah mencapai elevasi 88,005 dan hampir limpas,” kata Koordinator Lapangan Bendungan Logung Kudus Dorlanda Sinaga di Kudus, Selasa.

Untuk mencapai limpasan, kata dia, masih kurang 49 centimeter.

Dengan curah hujan yang terjadi selama ini, dia optimistis dalam waktu dekat sudah bisa mencapai titik limpasan.

Apalagi, katanya, saluran airnya juga sudah tersedia sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pada awal Januari 2019, elevasinya baru mencapai 62,800 mdpl kemudian berangsur bertambah hingga sekarang menjadi 88,005 mdpl.

Tingkat kedalaman bendungan itu berkisar 41.066 meter.

Dengan curah hujan yang tinggi, katanya, maka penggenangan bisa lebih cepat dari target sebelumnya direncanakan berlangsung selama delapan bulan.

Penggenangan Bendungan Logung dimulai sejak 18 Desember 2018 tersebut, memanfaatkan aliran Sungai Logung dan Sungai Gajah.

Kecepatan penggenangan rata-rata per harinya mencapai 50 centimeter pada area seluas 144,06 hektare.

Muka air tertinggi pada bendungan tersebut berada di elevasi 93 mdpl.

Pengisian bendungan meliputi tiga tahap, yakni elevasi lantai pengelak sampai 41,5 meter dari dasar bendungan kemudian elevasi intake sampai 74,5 meter, dan elevasi muka air normal sampai 88,50 meter.

Bendungan Logung Kudus memiliki ketinggian 55 meter dan panjang 350 meter, mampu menampung air sekitar 20,15 juta meter kubik dengan volume efektif 13,72 juta meter kubik.

Bendungan Logung juga direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan potensial dengan dukungan saluran irigasi eksisting 2.805 hektare dan irigasi pengembangan 2.491 hektare di wilayah Kabupaten Kudus.

Selain itu, memenuhi kebutuhan air baku 200 liter per detik di perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kudus dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro 0,50 MW.

Manfaat lain dari keberadaan bendungan yang memiliki daya tampung efektif 20,15 juta meter kubik air itu, katanya, bisa mengurangi potensi banjir di sejumlah daerah di Kabupaten Kudus. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *