Pemkot Pekalongan Buka Layanan Konsultasi Pendidikan Anak

  • Whatsapp

PEKALONGAN, Jowonews.com – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, membuka layanan konsultasi pendidikan anak pada masyarakat yang memiliki putra dan putri sedang menghadapi masalah.

Wakil Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa layanan konseling tersebut sangat penting bagi perkembangan dan masa depan anak karena dengan adanya layanan ini diharapkan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang ada terkait pendidikan dan masa depan anak.

“Kami berharap para orang tua dan peran sekolah dapat bersama-sama menyelasikan masalah yang ada pada anak maupun siswa didik. Kami berharap pada orang tua jangan menyembunyikan atau menutupi kepribadian anak agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar terutama terkait masa depan si anak,” katanya.

Selain membuka layanan konseling pendidikan, kata di, pemkot juga menandatangani komitmen bersama gerakan nasional orang tua bacakan buku.

“Melalui layanan gerakan nasional orang tua bacakan buku, semoga dapat membantu mereka dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadappi anak-anaknya,” katanya.

Ia mengatakan peran orang tua terhadap perkembangan anaknya sendiri sudah mulai berkurang karena mereka terlalu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

“Oleh karena, kami mengapresiasi adanya program gerakan nasional orang tua bacakan buku ini karena akan sangat luar biasa dan istimewa di mana peran orang tua dalam menemani anak dengan membaca buku, dan cerita,” katanya.

Menurut dia, dengan kemajuan perkembangan inforamsi dan teknologi, banyak orang tua lebih suka memilih bermain di media sosial, instagram, dan Facebook daripada menemani anaknya belajar.

“Dulu, saat saya kecil merasakan bagaimana sering dibacakan buku, dongeng oleh orang tua sebelum tidur. Namun, saat ini hal semacam itu sudah mulai berkurang dan bergeser.” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso mengatakan layanan ini terdapat 6 konselor yang mulai hari ini sudah terbuka melayani permasalahan yang ada kaitannya pada anak sekolah maupun orang tua.

“Kita ingin membantu pihak sekolah dan orang tua dalam mengatasi masalah yang kerap terjadi pada anak di Sekolah yang tidak terselesaikan. Sering kali masalah yang terjadi pada anak diselesaikan dengan terpaksa tanpa menyentuh akar permasalahan itu sendiri,” katanya. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *