BMKG Infokan Masih Ada Potensi Angin Kencang di Banjarnegara

  • Whatsapp
Bangunan yang rusak akibat diterjang angin kencang di Banjarnegara

PURWOKERTO, Jowonews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan masih adanya potensi angin kencang di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Banjarnegara selama dua hingga tiga hari ke depan.

“Warga masih perlu mewaspadai potensi angin kencang di Jawa Tengah termasuk di wilayah Banjarnegara khususnya wilayah dataran tinggi,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Kamis.

Dia mengatakan menurut prakiraan cuaca, Banjarnegara masih memiliki potensi angin kencang pada Jumat (25/10).

“Banjarnegara berawan pada Jumat dan di wilayah dataran tinggi masih terdapat potensi angin kencang,” katanya.

Sebelumnya, dia menjelaskan, berdasarkan analisis BMKG, kejadian angin kencang secara umum disebabkan masih adanya pengaruh monsun Australia hingga saat ini.

“Selain itu ada massa udara dari arah timur – tenggara yang mengalir kuat melewati wilayah Jawa Tengah, imbasnya adalah wilayah Jateng Bagian Selatan hingga Jawa Tengah bagian Tengah mengalami angin yang kencang,” katanya.

Dia menambahkan, faktor adanya lereng hingga puncak pegunungan Dieng, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Slamet sangat berpengaruh terhadap kecepatan angin.

“Sehingga kecepatan angin di sisi Selatan gunung atau pegunungan tersebut kecepatan anginnya lebih tinggi dibanding sisi Utara dari Gunung atau pegunungan tersebut,” katanya.

Selain itu, kata dia, bila massa udara dari arah timur – tenggara tersebut membawa cukup air maka akan berpotensi untuk membentuk awan-awan hujan yang bersifat lokal.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengimbau warga di wilayah setempat untuk melakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang guna mengantisipasi kejadian angin kencang.

Keepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Arief Rahman mengatakan, warga juga diminta memangkas ranting pohon yang berdekatan dengan rumah atau tiang listrik guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

Pohon yang rawan tumbang, kata dia, biasanya pohon dengan ketinggian di atas 10 meter dan sudah berusia tua yang ditandai dengan batang yang mulai keropos. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *