Viral Foto Dirinya Tiduran di Jalan, Bupati Banjarnegara: Wujud Apresiasi Untuk DPUPR

  • Whatsapp

BANJARNEGARA, Jowonews.com – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyatakan bahwa foto dirinya di media sosial sedang tiduran di jalan itu merupakan wujud apresiasi yang dia tujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Ceritanya kan Kepala DPUPR (Tatag Rochyadi) mengajak saya berkeliling Banjarnegara karena saya perintahkan dua tahun ini, banyak kesuksesan Kepala DPUPR membangun jalan sesuai petunjuk saya dan anggaran yang kita gelontorkan semuanya untuk kepentingan rakyat,” katanya di Banjarnegara, Jumat.

Bacaan Lainnya

Sebagai bukti apresiasi kepada Kepala DPUPR Kabupaten Banjarnegara, dalam perjalanan berkeliling Banjarnegara itu dia berhenti di tengah jalan kabupaten yang mulus di Dusun Kayubima, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara.

Setelah berhenti di tengah jalan yang sepi itu, dia segera memanggil Kepala DPUPR Tatag Rochyadi dan memerintahkannya untuk duduk di tengah jalan.

“Terus saya tiduran, difoto sama Dinkominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika). Itu bentuk saya mengucapkan kesuwun (terima kasih, red.) kepada Kepala DPUPR,” katanya.

Menurut dia, foto tersebut selanjutnya diunggah oleh Dinkominfo ke akun Instagram @kabupatenbanjarnegara.

Bupati mengakui jika ada yang nyinyir bahwa apa yang dia lakukan itu melanggar undang-undang karena baju dinas tidak boleh untuk tiduran.

“Itu kan bentuk apresiasi saya kepada dinas saya yang telah melakukan tugas dengan baik. Itu saja masih banyak yang ‘nyacat’ (mencela, red.),” katanya.

Ia mengatakan bagi yang suka mencela atau nyiyir sebaiknya tidak usah komentar atau tidak usah melihat unggahan tersebut.

“Katanya sih, banyak yang senang, nyatanya banyak ibu-ibu yang ikut-ikutan,” katanya.

Terkait dengan berbagai tanggapan negatif atas foto yang diunggah di media sosial, Bupati mengaku tidak mempermasalahkannya.

“Enggak ada urusan, mas. Cuek saja, ngapain. Saya sendiri enggak tersinggung, kok yang lain tersinggung, begitu saja kok repot,” ujarnya.

Ia mengakui jika beberapa fotonya yang diunggah di akun Instagram @kabupatenbanjarnegara sempat viral, salah satunya foto tentang slip gaji bersih bulan Oktober 2019 yang diterima Bupati Banjarnegara sebesar Rp5.961.200.

Menurut dia, sebenarnya ada pesan khusus yang ingin disampaikan melalui unggahan foto slip gaji tersebut karena besaran gaji bupati di seluruh Indonesia relatif sama dan belum ada kenaikan sejak tahun 2010.

Ia mengaku prihatin terhadap bupati-bupati yang terjerat kasus korupsi atau suap hingga akhirnya harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama para bupati yang latar belakangnya bukan pengusaha.

“Kalau saya, Insya Allah imannya kuat. Tapi teman-teman saya (bupati lainnya, red.) yang modalnya cekak (sedikit, red.) karena utang-piutang, disponsori kepala dinas, ada yang ingin jadi sekda, itu kan harus ditepati,” kata dia yang berlatar belakang pengusaha.

Ia mengatakan jika tidak ditepati, berarti harus cari uang untuk mengembalikan dana yang diperoleh saat mencalonkan diri sebagai bupati karena gajinya hanya sekitar Rp5 juta.

Oleh karena itu, dia mengharapkan dengan mengunggah foto slip gaji tersebut ada perhatian dari pemerintah terhadap gaji bupati di seluruh Indonesia. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *