KUDUS, Jowonews.com – Mayoritas calon kepala desa petahana terpilih kembali dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019 yang digelar serentak di 115 desa, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“Kami mencatat dari 115 desa yang menyelenggarakan pilkades terdapat 76 kepala desa yang kembali mencalonkan diri, sedangkan 39 kepala desa memilih tidak mencalonkan diri lagi,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto di Kudus, Jumat.

Dari 76 kepala desa yang bersatus sebagai petahanan, tercatat sebayak 48 orang terpilih kembali, sedangkan 28 petahana gagal mendapatkan suara terbanyak karena masyarakatnya memiliki pilihan lain.

Ia mengungkapkan kemenangan petahanan di Pilkades 2019 merata di sembilan kecamatan. Demikian pula, petahana yang kalah juga demikian tersebar di sembilan kecamatan.

“Hampir di semua kecamatan, petahana bisa terpilih kembali, terkecuali di Kecamatan Gebog dari lima petahana yang maju di pilkades ternyata hanya satu petahana yang terpilih kembali, sedangkan empat petahana lainnya justru tumbang,” ujarnya.

Jumlah terbanyak petahana kembali mencalonkan diri di Kecamatan Dawe terdapat 12 kepala desa yang kembali menjadi peserta Pilkades 2019. Sembilan di antara mereka terpilih lagi, sedangkan tiga orang gagal terpilih.

Sementara itu, Kepala Desa Klumpit Subadi yang juga mencalonkan diri dalam Pilkades 2019 mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, yang kembali memilih dirinya untuk periode berikutnya.

Ia menduga kepercayaan mayoritas masyarakatnya karena program pembangunan yang berjalan selama ini memang dirasakan manfaatnya, mulai dari pembangunan jalan beton hingga perbaikan balai desa, sehingga pelayanan lebih maksimal.

Pada tahun 2020, Subadi yang mendapatkan 3.609 suara saat Pilkades 2019 berencana untuk mengadakan pelatihan bagi pelaku UMKM dalam hal promosi menggunakan teknologi informasi agar lebih dikenal masyarakat sehingga transaksinya bisa meningkat.

“Periode kepemimpinan saya berikutnya memiliki target bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai dari petani dan UMKM,” ujarnya.

Ia merencanakan lahan pertanian yang selama ini kesulitan mendapatkan air irigasi juga akan diupayakan dilengkapi dengan sumur bor sehingga petani tetap bisa berproduksi saat terjadi kelangkaan air irigasi. (jwn5/ant)