GNPK RI Ajak Masyarakat Sadar Anti Korupsi

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Masih dalam suasana Hari Anti Korupsi, GNPK RI pusat mengadakan kegiatan long marc dengan membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap korupsi serta membagikan stiker bertuliskan ajakan untuk pemberantasan korupsi kepada masyarakat. Long marc sendiri dimulai dari Hotel Siliwangi menuju Tugu Muda kemudian dilanjutkan ke Simpang Lima serta berakhir dikantor gubernuran, perjalanan diikuti puluhan anggota GNPK RI sekaligus diiringi orasi penolakan terhadap korupsi.

Ketua Umum GNPK RI pusat, Basri Budi utomo mengatakan bahwa pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan dengan pidana saja melainkan harus ada kesadaran dari para pelaku korupsi dan juga masyarakat yang harus tanggap akan tjndak pidana korupsi. Tanpa adanya kesadaran, pemberantasan korupsi sangat sulit karena sudah mengakar. Pembarantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh penegak hukum saja akan tetapi masyarakat harus hadir sebagai kontrol baik itu melalui lembaga swadaya masyarakat ataupun yang lajnnya. Kaitannya dengan Hari Anti Korupsi ia mengatakan bahwa telah dilaksanakan kegiatan semacam secara serentak di kota/kabupaten.

Bacaan Lainnya

“Tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat akan kejahatan korupsi, agar masyarakat sadar apa itu sebenarnya tindak pidana korupsi. Kegiatan yang sama juga diadakan dibeberapa kota/kabupaten lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan kegiatan pembekalan kaitannya dengan strategis pencegahan tindak pidana korupsi yang diikuti perwakilan dari 24 kota/kabupaten. Dilain sisi kegiatan-kegiatan tersebut juga dalam rangka memeriahkan Hut GNPK RI yang kelima. Ia berharap dengan kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya untuk bersama-sama mencegah tindak pidana korupsi.

“Pencegahan korupsi itu diawali dari diri sendiri terlebih dahulu untuk tidak melakukan korupsi karena korupsi dapat dilakukan oleh siapa saja sehingga penting adanya kesadaran. Kemudian kalau sudah sadar jika yang namanya korupsi itu salah maka akan ada action jika melihat adanya indikasi tindak pidana korupsi,” pungkasnya.(jwn5)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *