Pemkab Klaim Kudus Masih Aman Dari Banjir

  • Whatsapp
ilustrasi

KUDUS, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan Kudus untuk sementara masih aman dari ancaman banjir, meskipun debit air di pintu Wilalung atau dikenal sebagai Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL) mulai meningkat, kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo.

“Untuk memastikan debit air kiriman dari Bendung Klambu yang melalui pintu wilalung yang ada di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus langsung ke lokasi,” ujarnya di Kudus, Rabu.

Hasilnya, kata dia, masih aman karena debit air kiriman hari ini (8/1) hanya 275 meter kubik per detik.

Berdasarkan standar operasional prosedurnya, kata dia, debit airnya bisa mencapai 800 meter kubik per detik, sedangkan ketika sudah lebih dari 550 meter per detik maka masuk kategori status siaga tiga terhadap bahaya banjir.

Saat debit airnya berkisar 400 meter kubik per detik saja, kata dia, perlu waspada karena ada beberapa daerah yang berpotensi terdampak karena airnya berpotensi melimpas ke pemukiman warga.

Di antaranya, di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati dan Desa Setro Kalangan, Kecamatan Kaliwungu.

“Semua jajaran sudah kami instruksikan untuk melakukan inventarisasi daerah-daerah yang berpotensi banjir serta melakukan langkah-langkah antisipasi. Mudah-mudahan curah hujan tidak tinggi,” ujarnya.

Beberapa daerah yang berpotensi banjir, kata dia, juga dimintai menyiapkan lokasi yang nantinya bisa dijadikan tempat pengungsian serta kesiapan pihak terkait dalam menyiapkan dapur umum maupun tim medis.

Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk memantai pintu-pintu air, sehingga ketika debit air meningkat pintu-pintu tersebut bisa dioperasikan guna meminimalkan kemungkinan terjadinya banjir di lokasi tertentu.

Keberadaan pintu Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL) atau dikenal Bendung Wilalung memang bertujuan untuk membagi aliran air dalam kondisi tertentu mengarah ke Sungai Wulan serta ke Sungai Juwana.

Hanya saja, untuk pembukaan pintu yang mengarah ke Sungai Juwana perlu memperhatikan daya tampung sungai tersebut serta curah hujan di kawasan Pegunungan Muria juga berpotensi menimbulkan banjir di kawasan Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus serta wilayah Kabupaten Pati.

Gelontoran air yang mengarah ke Sungai Juwana juga dikhawatirkan mengancam ribuan hektare lahan pertanian yang tersebar di Desa Berugenjang, Wonosoco, Larikrejo, Karangrowo, Larikrejo dan Wates. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *