TEMANGGUNG, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyiapkan dana Rp1,6 miliar untuk penanggulangan bencana pada 2020, kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi.

“Dana siap pakai dari APBD untuk penanggulangan bencana tahun ini sekitar Rp1,6 miliar. Dana tersebut ada di pos anggaran BPBD Kabupaten Temanggung,” katanya di Temanggung, Sabtu.

Ia menyebutkan dana tersebut akan digunakan untuk tanggap darurat jika terjadi bencana alam.

Gito menyampaikan apabila suatu longsoran mengakibatkan sendi ekonomi masyarakat terhambat maka akan dilakukan tanggap darurat.

“Ketika terjadi longsor seperti itu akan segera ditangani,” katanya.

Ia menuturkan di wilayah Kabupaten Temanggung ada 4 kecamatan rawan banjir, yakni Temanggung ada Kali Kuas, Parakan Kali Galeh, Candiroto Kali Trocoh, dan Bejen Kali Bodri.

Kemudian ada 16 kecamatan rawan potensi longsor, antara lain Kandangan, Kaloran, Gemawang, dan Pringsurat.

Ia mengatakan BPBD melakukan sosialisasi untuk daerah rawan longsor dan membuat surat edaran bahwa kewaspadaan masyarakat itu penting.

“Selain itu kita siapkan 5 posko kebencanaan untuk mengampu 20 kecamatan, yakni di Kaloran, Gemawang, Temanggung, Parakan, dan Tretep.

Menurut dia posko-posko tersebut merupakan kepanjangan dari masyarakat, yakni bila ada kejadian masyarakat lapor ke posko tersebut dan posko akan meneruskan pos induk di BPBD.  (jwn5/ant)