KUDUS, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengambil inisiatif untuk menutup lubang bekas galian C di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog yang sebelumnya menyebabkan korban empat anak tewas tenggelam saat berenang di lokasi setempat.

“Semua lubang bekas galian C di Desa Klumpit kami tutup semua agar kasus meninggalnya anak di lokasi bekas galian C tidak terulang,” kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo yang mendatangi lokasi galian C untuk mengawasi penutupan lubang bekas galian di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus, Kamis.

Untuk itulah, kata dia, setelah ada peristiwa empat anak tenggelam pada Rabu (22/1) sore, malam harinya langsung didatangkan alat berat untuk menutup semua lubang.

Pemerintah Desa Klumpit juga diminta untuk menghentikan kegiatan penambangan serta mengevakuasi alat berat dari lokasi penambangan.

Dengan penutupan kubangan bekas galian C tersebut, diharapkan tidak ada lagi peristiwa serupa mengingat saat ini sedang memasuki musim hujan sehingga cekungan bekas galian akan menjadi kubangan.

“Kami juga berharap, warga sadar bahwa penambangan bisa mengakibatkan dampak negatif karena warga sendiri yang menjadi korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi mengungkapkan perizinan pihak penambang akan diperiksa guna mengetahui penanggung jawab adanya galian C di Desa Klumpit ini.

“Jika nantinya terbukti ada pelanggaran dan ada unsur pidananya, tentu bisa diproses sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sebelum ada peristiwa empat anak meninggal karena tenggelam di kubangan bekas galian C, warga setempat sudah melayangkan protes karena dinilai mengganggu.

Usai digelar pertemuan pada 29 November 2019, disepakati bahwa galian C tersebut akan ditutup, namun kenyataan di lapangan masih ada aktivitas penambangan.

Janji penambang untuk melakukan perataan tanah, terutama lubang besar bekas galian juga tidak direalisasikan hingga akhirnya menjadi kubangan besar setelah turun hujan dan menjadi daya tarik anak-anak untuk mandi di lokasi tersebut.

Tidak disangka, mereka justru meninggal karena tenggelam di lokasi tersebut yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 4 meteran.

Keempat korban tenggelam dimakamkan hari ini (23/1) di pemakaman umum di desa setempat yang dihadiri ratusan warga serta teman sekolah korban.  (jwn5/ant)