LIHAT NAMA:Anggota Komisi A St Sukirno bersama anggota melihat daftar nama yang lolos SKD di GOR Samapta, Kota Magelang, Jumat (7/2/2020).(Foto: dok humas dprd jateng)

MAGELANG, Jowonews.com – Proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 kini tengah memasuki masa Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Komisi A DPRD Jateng, Jumat (7/2), meninjau acara seleksi untuk wilayah Kabupaten/Kota Magelang, Purworejo, dan Temanggung di GOR Samapta, kompleks Sport Centre Moch Soebroto, Kota Magelang.

Rombongan diterima Koordinator Seleksi CPNS Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suratini, Sekretaris BKPPD Kabupaten Magelang Arief Koestanto, dan Kepala BKPP Kota Magelang Aris Wicaksono.

Ketua Komisi A Mohamad Saleh menjelaskan, pantauan dewan ini supaya seleksi CPNS benar-benar dilakukan secara jujur, nyaman, tidak ada kongkalikong, serta tidak ada gangguan teknis.

Beberapa hal turut dipertanyakan mulai dari sistem aplikasi, perangkat komputer, pola atau seleksi kompetensi dasar. Bahkan selama 15 menit, rombongan dewan berkesempatan melihat tempat-tempat yang menjadi alur seleksi. Bahkan masuk ruangan untuk melihat CCTV dari proses pengerjaan soal.

Suratini secara panjang lebar menjelaskan, pada SKD diikuti peserta dari Kota Magelang sebanyak 9.422 orang, Temanggung (904), Kabupaten Magelang (10.110), dan Purworejo (6.250). Pada Jumat (7/2), memasuki hari kedua seleksi yang sudah dimulai pada Kamis (6/2). Untuk perangkat komputer menjadi tanggung jawab daerah pelaksana dengan sistem sewa. Sedangkan BKN hanya menyediakan sistem aplikasi.

Mengenai dugaan “main mata”, Suratini memastikan tidak ada.
Dalam pengerjaan tes ini ada sistem skoring dan passing grade untuk menentukan kelulusan. Aturan Permenpan RB No 23/2019, SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) serta Tes Karakter Pribadi (TKP).

Pada TWK meliputi segi penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan materi nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara dan bahasa Indonesia.

Adapun untuk TIU, lanjut Suratini, pelamar akan dinilai dari aspek kemampuan verbalnya yakni analogi, silogisme, dan analitis. Serta kemampuan numerik yakni berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif serta soal cerita dan adanya kemampuan figural yang meliputi analogi, ketidaksamaan dan serial.

Untuk soal TKP dilakukan untuk mengukur pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi serta profesionalisme.(adv)