SOLO, Jowonews.com – PT Pertamina (Persero) berupaya memastikan pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jelang Lebaran meski jumlah konsumsi mengalami penurunan akibat pembatasan aktivitas masyarakat.

“Meskipun terjadi penurunan permintaan karena dampak pandemi COVID-19, kami tetap melakukan pengawasan dan penyaluran BBM kepada konsumen,” kata Pejabat Sementara General Manager Pertamina MOR IV Teuku Johan Miftah di Solo, Rabu.

Pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina, di antaranya dengan menyiagakan Satgas Ramadhan, Idul Fitri, COVID-19 (RAFICO) Pertamina hingga akhir Juni 2020 nanti. Meski demikian, jika dampak pandemi ini berlanjut hingga melewati bulan Juni maka bukan tidak mungkin Satgas RAFICO Pertamina dilanjutkan hingga pandemi berakhir.

Sementara itu, untuk angka konsumsi, dikatakannya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di wilayah MOR IV pada tahun ini mengalami penurunan.

Pihaknya memperkirakan pada tahun ini rata-rata konsumsi harian saat Ramadhan dan Idul Fitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 9.800 KL atau turun hampir 40 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

“Kalau tahun sebelumnya, untuk periode Ramadhan dan Lebaran ada kenaikan hingga 26 persen jika dibandingkan dengan rata-rata harian normal, yaitu dari 12.000 kiloliter menjadi 15.000 kiloliter,” katanya.

Sedangkan untuk BBM jenis gasoil, yaitu solar dan dex series juga mengalami penurunan dari tahun lalu, yaitu jika pada tahun 2019 rata-rata di bulan Ramadhan konsumsi berkisar di angka 5.800 KL/hari, untuk tahun ini berkisar di angka 5.000 KL atau turun 14 persen.

Untuk di Kota Solo, Senior Supervisor Communication and Relations Pertamina MOR IV Arya Yusa Dwicandra mengatakan saat ini konsumsi BBM mengalami sedikit kenaikan, yaitu dari rata-rata normal di kisaran 200KL/hari menjadi 205 KL/hari.

“Kalau saat Lebaran nanti prediksinya akan naik hingga delapan persen menjadi sekitar 215 KL/hari,” katanya.

Ia mengatakan mengingat belum usainya masa pandemi COVID-19, pada tahun ini untuk penjualan BBM dalam kemasan di jalur tol ditiadakan.

“Termasuk motoris (penjualan dengan menggunakan armada sepeda motor) juga ditiadakan,” katanya. (jwn5/ant)