JEPARA, Jowonews.com – Sebanyak 34 tenaga kesehatan di RSUD Kartini Jepara, Jawa Tengah, menjalani swab (usap) tenggorokan untuk memastikan terpapar virus corona atau tidak, menyusul adanya kontak dengan pasien diduga tidak jujur namun terkonfirmasi positif COVID-19.

“Puluhan tenaga kesehatan tersebut berasal dari petugas portir, keamanan, pendaftaran pasien, UGD, perawat ruangan, bagian gizi, hingga sanitasi,” kata Ketua Tim Pengendali Penyakit Virus Corona (COVID-19) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara dr Tri Adi Kurniawan, Sp.P, M.Kes, dihubungi lewat telepon, Kamis.

Ia mengungkapkan total tenaga kesehatan yang nantinya menjalani tes swab mencapai 48 orang, namun yang baru dilakukan swab pada Kamis sebanyak 34 orang.

Hal tersebut, kata dia, disesuaikan dengan ketersediaan alat untuk swab dan kemampuan tenaga medisnya melakukan swab terhadap banyak orang.

Kebetulan kebutuhan alat swab yang biasanya digunakan untuk kebutuhan Puskesmas, pada Kamis tidak begitu banyak permintaan sehingga dimaksimalkan untuk melakukan swab terhadap tenaga kesehatan di RSUD RA Kartini.

Meskipun demikian RSUD RA Kartini masih membutuhkan tambahan cartridge khusus COVID-19, mengingat yang tersedia belum sesuai kebutuhan.

Alat tersebut juga bantuan dari Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Provinsi Jateng yang hingga kini masih dinantikan tambahan bantuannya.

Dalam rangka optimalisasi pelayanan pasien di rumah sakit tersebut, tidak memungkinkan semua tenaga kesehatan yang diduga pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 diistirahatkan.

Setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, akhirnya tenaga kesehatan yang kontak paling dekat dengan pasien positif COVID-19 diistirahatkan selama sepekan, kemudian setelahnya dicek lagi dengan rapid dignostic test (RDT) dan Polymerase Chain Reaction (PCR) guna memastikan ada tidaknya virus corona.

Sementara tenaga kesehatan lainnya, nantinya dalam betugas menggunakan alat pelindung diri (APD) level dua demi menjaga tenaga kesehatan lainnya.

Terkait dengan pasien yang dianggap tidak jujur soal riwayat kontaknya ternyata terkonfirmasi positif corona, sehingga saat dirawat dilayani sebagaimana pasien biasa diduga pasien yang terpapar virus corona dari istrinya yang juga positif corona karena mengalami gangguan pendengaran.

Meskipun demikian, dalam rangka antisipasi terhadap pasien yang ternyata memiliki riwayat kontak dengan pasien positif corona, RSUD Kartini sudah memiliki ruang intermediate untuk menempatkan pasien yang dicurigai terpapar COVID-19 namun tidak mau jujur menjelaskan riwayat kontak atau perjalanan sebelumnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Jepara Fakhrudin berharap masyarakat yang periksa kesehatan di fasilitas kesehatan untuk bicara jujur ketika memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit atau kontak dengan orang yang positif COVID-19.

“Ketika tidak jujur, justru berisiko terhadap petugas pelayanan di rumah sakit. Mudah-mudahan tenaga kesehatan di RSUD RA Kartini yang menjalani swab hasilnya negatif semua,” ujarnya. (jwn5/ant)