Ayo, Masih Ada Waktu Berkurban di Hari Tasyrik

  • Whatsapp
TENGGELAM: Kondisi Dusun Nyangkringan, Sayung, Demak ini nyaris tenggelam. Dusun ini menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban Lazismu di hari tasyrik.

SEMARANG, Jowonews- Belum sempat berkurban saat hari raya Iedul Adha Jumat kemarin? Jangan berkecil hati. Masih ada waktu untuk ibadah ini di hari tasyrik, sampai dengan hari Senin (3/8) mendatang.

“Menurut syariat Islam selama hari tasyrik diperbolehkan menyembelih hewan kurban. Sehingga tidak salah jika penyembelihan hewan qurban dilakukan kapanpun di hari tasyrik,” terang Hasan Pardjojo, Eksekutif Lembaga Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Semarang, kepada Jowonews, Sabtu (1/8).

Bacaan Lainnya

Hari tasyrik jatuh pada tanggal 11,12,13 Dzulhijjah. Atau 3 hari setelah hari raya Iedul Adha, lanjut Hasan.

Selama hari tasyrik, Lazismu Kota Semarang sendiri masih menerima dan menyalurkan hewan kurban. Kaum muslimin yang masih ingin berkurban bisa menghubungi nomor telepon 085640873531.

Adapun sasaran penyalurannya ke daerah tertentu yang dinilai sangat membutuhkan. Seperti di dusun Nyangkringan, Sayung, Demak yang akan dijadikan tempat penyembelihan hewan kurban pada hari Ahad (2/8) besok.

Dusun ini di nilai tepat untuk menyalurkan bantuan hewan kurban karena kondisi lingkungannya yang memprihatinkan. Abrasi air laut menjadikan tempat ini makin lama makin tenggelam. Banyak rumah, sekolah, masjid dan bangunan lainnya yang posisinya sudah lebih rendah daripada permukaan air laut.

“Sudah banyak korban warga setempat yang terpaksa meninggalkan rumahnya yang terendam. Yang tersisa tinggal puing-puing rumah yang hancur diterjang air laut. Kami coba hadir di sana,” tegas Hasan.

Sebelumnya, saat hari raya Lazismu juga menyalurkan hewan kurban ke lokasi pemberdayaan di daerah Wates, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Penyaluran hewan kurban tersebut sekaligus sebagai syiar dimulainya rencana pembangunan rumah tahfidz yang dikelola Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaliyan.

Rendang Kurban

RENDANG KURBAN: Eksekutif Lazismu Semarang Hasan Pardjojo menunjukan daging kurban yang telah diolah dalam rendang kemasan kaleng. Daging kurban jadi lebih awet dan praktis untuk didistribusikan.

Selain penyembelihan di lokasi minus, Lazismu juga menggenjot program pengolahan daging kurban menjadi rendang kemasan. Program ini membuat daging kurban bisa dengan mudah disalurkan kapan saja dan dimana saja.

Tahun ini pihaknya, kata Hasan, telah menerima 9 ekor sapi yang berasal dari 56 orang pekurban. Semuanya sudah di kirim ke Lazismu pusat, melalui kantor wilayah Jawa Tengah.

“Tinggal menunggu produk rendangnya di proses, dengan perkiraan waktu tunggu selama 3 bulan. Setelahnya, rendang daging kurban siap didistribusikan kapanpun,” pungkas Hasan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *