Konsumsi Pertanian Lokal Bisa Menggerakkan Ekonomi Nasional

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews- Sektor pertanian yang mencatatkan pertumbuhan positif harus direspon dengan baik oleh pemerintah. Kebijakan yang mampu menggairahkan sektor pertanian nasional, harus segera direalisasikan.

“Peningkatan konsumsi hasil pertanian lokal berpotensi menggerakkan ekonomi nasional. Karena sektor pertanian adalah sumber pangan yang merupakan kebutuhan banyak orang,” ujar Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, sebagaimana dilansir Antara Kamis (6/8).

Mengutip data BPS terbaru, sektor lain yang positip adalah informasi dan komunikasi 10,88 persen, serta jasa keuangan 1,03 persen.

Di tengah kebutuhan setiap orang untuk menjaga jarak agar terhindar dari penularan Covid-19, menurutnya, sektor teknologi informasi dan komunikas pun seharusnya bisa didorong pemanfaatannya secara optimal.

Berdasarkan data tersebut, tegasnya, pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk terus mendorong pertumbuhan sektor-sektor potensial tersebut. Guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Resesi

Sebelumnya, BPS mengumumkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32 persen.

Sejumlah sektor pertumbuhannya terkoreksi. Sebagai contoh empat sektor mengalami pertumbuhan negatif. Yaitu sektor industri (-6,19 persen), perdagangan (-7,57 persen), konstruksi (-5,39 persen) dan pertambangan (-2,72 persen).

Pemerintah perlu melakukan terobosan yang kreatif dan inovatif di sektor ekonomi agar terhindar dari resesi.

“Masukan sejumlah pakar agar ekonomi nasional bisa bergeliat saat ini sangat dibutuhkan. Agar kita bisa memanfaatkan peluang dari sejumlah sektor yang masih mungkin bertumbuh di masa pandemi ini,” kata

Pada kondisi saat ini, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, diperlukan kebijakan yang membuka sebanyak mungkin potensi peluang agar bisa keluar dari ancaman krisis ekonomi.

Di sisi lain, menurut dia, perlu digalakkan penggunaan produk substitusi yang lebih ekonomis. Juga dikampanyekan gaya hidup hemat saat menghadapi ancaman resesi ekonomi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *