Urban Farming: Apa Sih Beda Biji, Benih dan Bibit?

  • Whatsapp

Hai CitiGrower, ketiga istilah bakal tanaman ini seringkali dianggap sama. Padahal sangat berbeda lho. Apa itu? Biji, benih dan bibit.

Yuk, kita bahas satu persatu. Biar kita tahu perbedaan dan kegunaannya secara tepat.

Bacaan Lainnya


Biji

Biji merupakan embrio bakal tanaman yang masih dalam keadaan dorman atau belum aktif. Biji ini berfungsi sebagai unit perbanyakan dan penyebaran alamiah tanaman secara generatif atau kawin.

Nah, saat di alam, biji dapat tumbuh menjadi tanaman tanpa campur tangan manusia. karena faktor alami saja. Misalnya karena terbawa angin, air, atau melalui perantaraan binatang. Seperti lewat kupu-kupu, kumbang, kelelawar dan lainnya.


Benih

Sementara benih diartikan sebagai biji yang telah mengalami perlakukan khusus, Maksudnya, biji tersebut telah diolah teknologi manusia sehingga dapat dijadikan sarana dalam memperbanyak tanaman.


Adapun secara struktural, biji sama dengan benih. Namun dari segi fungsional, benih memiliki fungsi agronomis karena digunakan untuk pengembangan usaha tani.

Perlu diketahui, tidak semua biji dapat dijadikan benih. Ada perlakuan khusus dalam menyeleksi biji untuk menjadikannya benih. Ini diperlukan dalam rangka mendapatkan benih yang bermutu.Jika bermutu benihnya, alhasil bisa mendapatkan tanaman yang sehat dan berproduksi tinggi.


Lalu, apa kriteria benih bermutu?
Setidaknya, benih bermutu dapat digolongkan menjadi tiga macam:

Pertama, benih bermutu secara genetis. Yakni benih yang berasal dari benih murni dari spesies atau varietas yang dapat menunjukkan identitas secara genetis dari tanaman induknya. Seperti sama-sama berumur pendek/genjah, berproduksi tinggi, tahan terhadap penyakit, respon terhadap pemupukan, dan beradaptasi baik pada lingkungan.

Kedua, benih bermutu secara fisiologis. Yakni benih yang mempunyai daya tumbuh tinggi, percepatan perkecambahannya tinggi dan viabilitasnya (kemampuan benih berkecambah)

Ketiga, benih bermutu secara fisik. Yakni benih berkualitas yang ditunjukkan berdasarkan kualitas fisiknya.
CitiGrowers, umumnya benih dikatakan baik secara fisik apabila menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:


1. Benih bersih dari kotoran
Benih berstandar menghendaki tingkat kebersihan yang tinggi terhadap benih tanaman lain, gulma, kotoran dari sisa-sisa bagian tanaman lain, butiran tanah, pasir dan kerikil. Apabila benih bersih ini diproduksi maka akan menunjukkan sifat-sifat yang sama dari kelompoknya.

2. Benih berisi atau bernas
Benih bernas adalah benih yang berisi atau tidak hampa. Untuk mengetahui secara pasti dari benih bernas dapat melalui penimbangan benih. Jika ditimbang menunjukkan berat benih terukur standar, maka benih tersebut dinilai baik.

Benih bernas biasanya berat. Hal ini karena benih berat mengandung cadangan makanan lebih banyak dibandingkan dengan benih hampa. sehingga jika disemai akan memberikan pertumbuhan kecambah lebih besar.

Standar yang digunakan untuk mengukur benih bernas adalah dengan menimbang berat 1000 biji untuk benih-benih kecil, dan 100 biji untuk benih-benih besar. Kemudian dari hasil penimbangan dibandingkan dengan standar berat benih 1000 biji atau 100 biji yang dapat dilihat pada tabel benih.

Selain dengan menimbang berat benih, mengeceknya adakah suatu benih bernas atau tidak, dengan teknik perendaman pada air. Jika benih terendam berarti benih bernas.

Namun demikian, ada jenis benih tertentu walaupun terapung benih tersebut tetap bernas.

3. Warna benih cerah
Warna benih dapat mengidentifikasikan kualitas suatu benih. Terutama untuk mengetahui lamanya benih disimpan dan mengecek tingkat kesehatan benih dari penyakit.


Benih yang baik akan menunjukkan warna kulit yang cerah atau terang sesuai dengan warna aslinya. Sedangkan benih yang disimpan dalam lingkungan yang tidak terkendali dan yang terkontaminasi dengan patogen akan memberikan warna yang lebih kusam atau tidak sesuai warna dasar aslinya.

4. Ukuran benih normal dan seragam
Ukuran benih yang dimaksud adalah besar kecilnya volume setiap butir benih. Benih yang baik adalah benih yang memiliki ukuran normal, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Selain ukuran normal, benih harus memiliki keseragaman dalam ukuran.
Benih berukuran normal dan seragam merupakan benih yang berkualitas karena memiliki struktur embrio dan cadangan makanan yang cukup sehingga dapat melanjutkan kehidupannya.


Bibit

Nah, kalau bibit sendiri adalah benih yang telah berkecambah. Pada umumnya sudah berbentuk tanaman muda. Ada akar, batang, dan daun, meskipun sangat kecil.


Sementara istilah pembibitan atau persemaian merujuk pada proses alamiah berkecambahnya benih sampai menjadi tanaman muda.
Kegiatan menanam benih atau pembibitan ini sendiri bersifat sementara di lokasi pembibitan. Tanaman muda atau hasil semaian ini dipelihara sampai siap dipindahkan ke lahan permanen.

Adapun cara menanam benih atau pembibitan atau penyemaian bisa dibaca pada artikel sebelumnya Baca: Cara Praktis Menyemai Benih Hingga Jadi Bibit


Jadi jelas ya sekarang bedanya biji, benih dan bibit. Jangan sampai tertukar-tukar lagi pengertiannya.

Yuk, CitiGrower, kita mulai menanam.


*Tulisan ini adalah sumbangan dari
Ari Kusuma, S.TP, MM (IG : arikusuma.id)
Member Komunitas Teman Tanam Smanitra

**Tulisan telah dikurasi sesuai kebijakan redaksional CitiGrower

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *