Apa sih Hidroponik itu? 7 Pertanyaan Awam Soal Hidroponik

  • Whatsapp
RAKIT APUNG: Teknik hidroponik rakit apung. Pada sistem ini akar tanaman terendam larutan nutrisi karena netpot berisi tanaman diapungkan dengan styrofoam di atas larutan nutrisi. Sistem ini cocok untuk skala hobi atau usaha.

(Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Hai CGrow.

Bacaan Lainnya

Urban farming menjadi aktivitas populer di masa pandemi. Selain bisa mengatasi kejenuhan, berkebun juga dapat menghilangkan stress.

Bayangkan saja rasa puas saat dapat memakan sayuran hasil jerih payah dari menanam sendiri. Rasanya pasti berbeda.

Hmm… sepertinya cukup mengasyikkan ya.

Hidroponik menjadi salah satu teknik urban farming populer dan diminati masyarakat perkotaan. Meski demikian masih banyak diantara kita yang merasa ragu atau bingung untuk memulai.

Ada pula yang merasa masih awam. Ada yang merasa sepertinya tidak akan berhasil. Ada juga yang merasa tidak memiliki bakat dalam bidang tanam-menanam. Padahal rasanya mungkin ingin sekali kita mencobanya.

Nah, kali ini redaksi menghadirkan 7 hal dasar yang sering ditanyakan masyarakat awam seputar hidroponik.

Sama-sama kita simak yuk. Jangan lupa, komen ya di kolom komentar. Nanti segera kita lanjutkan pembahasan tentang ragam teknik hidroponik.

Happy gardening!

(1. Foto : Endri Yudilistiyo, Tangerang)

7 Pertanyaan Awam

1. Apa itu Hidroponik ?

Hidroponik berasal dari bahasa yunani “hydro” yang memiliki arti air dan “ponos” yang memiliki arti daya/kerja. Karena itu hidroponik sering dimaknai sebagai menanam atau bekerja dengan air.

Namun istilah ini berkembang menjadi artian yang lebih sempit. Hidroponik jadi dikenal dengan sebutan soilless culture atau yang berarti budidaya tanaman tanpa tanah sebagai media tanam.

Secara mudah, hidroponik berarti bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.

(2. Foto : Endri Yudilistiyo, Tangerang)

2. Mengapa media tanam tanah dapat diganti oleh air ?

Pada dasarnya tanaman dapat bertumbuh kembang di tanah karena di situ ada nutrisi. Nutrisi itu dibutuhkan oleh tanaman. Adapun air tanah berfungsi sebagai pelarut nutrisi itu.

Nah, dalam hidroponik, tanah diganti dengan air nutrisi. Yakni pupuk yang dilarutkan dalam air. Dengan air nutrisi itu tanaman tetap dapat tumbuh dan berkembang.

Adapun fungsi tanah sebagai substrat penopang tumbuhan juga diganti dengan substrat lain yang telah disterilkan. Seperti rockwool, perlite, cocopeat, hidroton, dan lain-lain.

(3. Foto : Endri Yudilistiyo, Tangerang)

3. Mengapa banyak orang berhasil panen dengan metode hidroponik ?

Menanam dengan cara hidroponik ibarat menanam tanaman dengan menambahkan infus nutrisi (pupuk) yang dibutuhkan. Sehingga tumbuh kembang tanaman pun terpacu optimal.

Selanjutnya..

4. Apakah produk tanaman hidroponik sehat ?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *