Wali Kota Semarang Resmikan Ponpes Tahfidz Muhammadiyah

  • Whatsapp
PERESMIAN PONPES: Wali Kota Hendi Prihardi memberikan sambutan dalam peresmian pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Muhammadiyah di Desa Wonorejo, Wates, Ngaliyan, Semarang,Ahad (20/9). Tampak dalam gambar Ketua DPRD Kadarlusman (kedua dari kiri), Ketua PDM Kota Semarang, Drs. H. Fakhrur Rozi, M.Ag, dan unsur PWM Jateng Prof Suparman (paling kanan). (Foto: Dok MUhammadiyah)

SEMARANG-  Wali Kota Semarang Hendi Prihardi meresmikan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Muhammadiyah di Desa Wonorejo, Wates, Ngaliyan, Semarang,Ahad (20/9).

Hendi yang didampingi Ketua DPRD Kadarlusman meletakan batu pertama pembangunan ponpes para santri penghafal Qur’an tersebut.

Bacaan Lainnya

“Apa yang dilakukan teman-teman Muhammadiyah ini sangat kami apresiasi. Kami selalu siap mendukung dan bersinergi dalam memajukan pendidikan di kota Semarang, “ ujar Hendi dalam sambutannya.

Hendi juga menyatakan siap memberikan bantuan untuk pembangunan ponpes baik dari anggaran belanja pemerintah kota maupun pribadi.

Peresmian pembangunan ponpes tersebut dihadiri oleh camat, kapolsek, danramil, Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA), dan MWC Nahdlatul Ulama Ngaliyan Kyai Shodiq.

 Sejumlah tokoh Muhammadiyah juga hadir dalam kesempatan tersebut. Diantaranya dari unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)  Jateng Prof Suparman, Sekretaris PWM Wahyudi, Ketua Majelis Wakaf PCM Jateng, H. Widadi, SH, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Drs. H. Fakhrur Rozi, M.Ag dan segenap pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaliyan.

Fakhrur Rozi dalam sambutannya menyatakan, selain di Ngaliyan, Muhammadiyah juga membangun Ponpes Tahfidz Luqmanul Hakim di Gunung Pati. Hal ini dalam rangka meningkatkan mutu para ahli agama khusus penghafal Qur’an.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Ngaliyan (PCM) Ngaliyan M. Anas Hamzah sebagai pemrakarsa pembanguan ponpes, mengatakan, Ponpes Tahfidz Muhammadiyah Ngaliyan ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 840 meter persegi.

Ponpes akan dibangun dua lantai. Lantai pertama dipergunakan untuk ruang kelas, mushola, tempat satpam, kamar mandi, dan dapur. Sementara lantai kedua dipergunakan sebagai kamar tidur para santri, kamar mandi, tempat jemuran, dan tempat memasak air.

 “Selain sebagai tempat santri penghafal Qur’an, ponpes juga akan membuka madrasah diniyah di siang dan sore hari untuk anak-anak warga sekitar. Sehingga kemanfaatan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Anas.

Telan Biaya 2,8 M

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Pembangunan Ponpes Tahfidz Dr Ahwan Fanani, M.Ag, menerangkan , biaya pembangunan Ponpes menelan biaya 2,8 Milyar rupiah. Sumber utama yang diharapkan terutama berasal dari para sumbangan para donatur. Baik berupa zakat, infaq maupun shadaqah.   

“Karena itu kami mengetuk hati para donatur untuk bisa menyukseskan pembangunan ponpes pencetak para santri penghafal Qur’ran ini. Insha Allah atas amal jariyahnya, para donatur akan ,mendapatkan pahala yang sama dengan setiap huruf yang dibaca oleh para santri penghafal Qur’an ini,” ujar Ahwan yang juga merupakan dosen FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini.

Donasi bisa disampaikan melalui  rekening panitia pembangunan PCM Ngaliyan di Bank Syariah Mandiri (BSM) KCP. Ngaliyan  nomor rekening. 714-347-2177

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *