Bantu Petani, Lembaga Filantrofi Ramai-Ramai Borong Panen Sayur

  • Whatsapp
BORONG SAYUR: Lembaga filantrofi ramai-ramai borong panen sayur untuk ringankan beban petani. (Foto: Dok Rumah Zakat)

BLORA, Jowonews- Pandemi Covid-19 membuat para petani sayur terpukul. Saat panen justru mereka malah merugi.

Salah satunya seperti yang dirasakan  petani sayur  di Desa Sempu Kecamatan Kunduran Kabupetan Blora. Mereka sulit menjual hasil panen. 

Bacaan Lainnya

“Produksi sayur melimpah, tapi daya beli masyarakat menurun. Hal tersebut membuat stok sayur melimpah, namun tidak terserap pasar sehingga petani merugi,” ujar Kepala Desa Sempu M. Lilik Zubaedi, Rabu (30/9).

Siti Karyani Fasilitator Desa Bedaya Rumah Zakat mengaku miris dengan kodisi tersebut. Lembaga filantrofi tersebut mencoba meringankan kesulitan petani dengan membeli hasil panennya dengan harga layak.

“Sayuran yang telah dibeli oleh Rumah Zakat ini diantaranya sawi, kangkung dan bayam. Sayuran ini akan kami bagikan secara gratis kepada masyarakat,’ kata Siti, dalam siaran persnya yang diterima Jowonews, Rabu (30/9).

Menurutnya, selain membagikan sayur, pihaknya juga memberikan sembako dan masker kepada warga sekitar. 

“Kami berharap bisa selalu membantu yang membutuhkan. Mari bantu sesama apapun caranya, bisa dengan uang, tenaga dan lainnya, ” kata dia.  

Sementara itu Kepala Desa Sempu M. Lilik Zubaedi mengapresiasi program yang dilakukan oleh Rumah Zakat. Gerakan ini dinilai membantu para petani dari ancaman kerugian.

“Bentuk perlawanan terhadap Corona bukan hanya dari aspek kesehatan, memastikan perputaran ekonomi tetap stabil pun sangat penting,” ujar Lilik.

11,5 Ton

Aksi beli sayur untuk membantu petani saat panen juga dilakukan oleh lembaga filantrofi lain, Human Initiative (HI) Jateng.

Dalam beberapa pekan terakhir, rata-rata 4 ton sayur rutin dibeli HI Jateng dari kelompok tani di Ngablak Magelang, dengan harga layak. Sampai dengan akhir pekan kemarin total sudah 11,5 ton sayur yang diserap dari petani.

“Kami prihatin dengan kondisi petani saat panen ini. Harga jatuh. Bayangkan, harga tomat misalnya, cuma dihargai 500 per kilogram. Labu siam 1000. Kol cuma 1200. Modalnya saja tidak berhasil kembali,” kata Kepala Cabang HI Jateng Fatih Abdul Aziez kepada Jowonews.

Hal ini mendorong pihak HI untuk membantu menyerap hasil panen petani, khususnya di Magelang.

“Produknya dibawa ke Semarang, dibantu dipasarkan oleh para ibu-ibu majelis taklim di sana dengan sistem pre order,” ucap Aziez.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *