Lagi, Jebakan Tikus Berlistrik Telan Korban di Sragen

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SRAGEN, Jowonews- Jamino (62) meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik dari alat yang digunakan untuk menjebak hama tikus di persawahan Desa Jati Tengah, Kecamatan Sukodono, Rabu (4/11). Jenazahnya ditemukan warga setempat sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kejadian ini merupakan korban kesembilan dalam 10 bulan terakhir.

Bacaan Lainnya

Meskipun Polres Sragen sudah berupaya mengedukasi masyarakat, kenyataannya masih banyak warga menggunakan aliran listrik untuk jebakan hama tikus di persawahan.

“Hal ini menjadi perhatian Polres Sragen karena dalam kurun waktu 10 bulan terakhir ini terjadi sebanyak 9 kejadian serupa. Bisa dipastikan setiap bulan hampir satu kejadian meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik untuk jebak hama tikus,” kata Kapolres sebagaimana dilansir Antara..

Oleh karena itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepala desa (Kades) menyikapi hal ini. Pihaknya memastikan kejadian tersebut akan disikapi secara serius.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah khususnya dengan Dinas Pertanian setempat dan PLN untuk mengetahui apakah terjadi penyimpangan penggunaan listrik untuk alat jebakan hama tikus.

“Hal ini harus diluruskan dan dapat menjadi formula untuk mencegah dengan kejadian serupa,” kata Kapolres.

Tindak Pidana

Peristiwa tersebut, kata Kapolres, berpotensi mengarah ke tindak pidana karena antara korban dengan pemilik lahan orang berbeda.

Hal ini berbeda dengan kejadian dua hari yang lalu yang korbannya adalah pemilik lahan sendiri. 

Kendati demikian, pihaknya akan mendiskusikan dengan kepala desa dan kapolsek setempat.

Ia mengatakan proses penyidikan awal akan tetap dilakukan terkait peristiwa pemasangan aliran listrik untuk jebakan hama tikus di persawahan. 

Menurut Kapolres, dalam peristiwa ini pemilik alat jebakan tikus berpotensi dapat dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang tindak pidana akibat kelalaiannya menyebabkan meninggal dunia seseorang. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *