Merapi Siaga, Pendakian dan Penambangan Dihentikan

  • Whatsapp
Gunung Merapi

KLATEN, Jowonews- Aktifitas penambangan dan pendakian dihentikan sementara selama Gunung Merapi dalam keadaan status siaga.

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko meminta masyarakat khususnya yang berada di radius 5 km dari Gunung Merapi untuk menyiagakan diri dan aktivitas penambangan dan pendakian gunung untuk sementara dihentikan.

Bacaan Lainnya

Sujarwanto menyebutkan setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Kemalang yang berada pada daerah bahaya yaitu Desa Sidorejo, Desa Balerante, dan Desa Tegalmulyo.

“Masyarakat agar waspada dan masyarakat siaga, mensiagakan untuk bagaimana yang pertama adalah mengamankan diri,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Keselamatan, lanjut Sujarwanto, menjadi hal nomor satu. Kemudian yang kedua penyelamatan terhadap aset.

“Asetnya saya minta identifikasi ternyata sudah didaftarkan, sehingga kita tahu aset yang mereka amankan seperti apa,” kata Sujarwanto usai memimpin rapat koordinasi dengan jajaran Pemkab Klaten,  Kamis sore (5/ 11)  di aula rumah dinas menyusul adanya peningkatan status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada Kamis (5/ 11) pukul 12.00 WIB.

Sujarwanto juga meminta aktivitas pariwisata dan pertambangan di daerah bahaya tersebut untuk dihentikan sementara.

“Aktivitas pertanian, pertambangan, pariwisata, semua kita hentikan dan kita surat formal hari ini, semua kita perintahkan.  Bahkan spanduk-spanduk untuk melarang mereka berkegiatan akan segera dipasang,” katanya.

Aktivitas tambang, pariwisata, termasuk pendakian gunung, tambah dia, akan dihentikan sementara mulai Kamis (5/11) demi keselamatan bersama.

Pjs Bupati Klaten Sujarwanto mengingatkan bahwa kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan mengingat status siaga dapat berubah dengan cepat.

“Jika perkembangan situasi nantinya membutuhkan evakuasi, maka ada beberapa titik shelter pengungsian yang sudah disiap-siagakankan dengan lokasi yang aman. Termasuk penerapan protokol kesehatan di tempat pengungsian turut dibahas dalam rapat koordinasi kali ini,” tutup Sujarwanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *