Pidato Kemenangan Biden: Inilah Saatnya Sembuhkan Amerika

  • Whatsapp
PIDATO KEMENANGAN; Joe Biden sampaikan pidato kemenangannya di kampung halaman Wilmington, Delaware, AS, Ahad (8/11) pagi WIB. (Foto: BBC)

DELAWARE, AS, Jowonews- Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menyerukan persatuan dan kerjasama seluruh bangsa setelah empat tahun dilanda kekacauan dan konflik oleh Presiden Donald Trump.

Joe Biden (77) menyampaikan hal tersebut dalam pidato kemenangannya di kampung halaman Wilmington, Delaware, Sabtu malam waktu setempat atau Ahad (8/11) pagi Waktu Indonesia Barat.

Bacaan Lainnya

Presiden terpilih tersebut secara simpatik juga menyampaikan pesan untuk pendukung Trump. “Saya memahami kekecewaan malam ini. Saya sendiri telah kalah beberapa kali. Tapi sekarang, mari saling memberi kesempatan,” kata Biden. “Inilah saatnya sembuhkan Amerika,” ujar Biden sebagaimana dikutip Jowonews dari CNN.

Biden mengatakan, menerima dengan rendah hati kepercayaan dan keyakinan publik AS kepadanya.


“Saya berjanji untuk menjadi presiden yang berupaya untuk tidak memecah belah, tetapi mempersatukan. Yang tidak melihat negara bagian merah dan negara bagian biru, tetapi hanya melihat Amerika Serikat.”


“Saya berkompetisi untuk kursi kepresidenan ini untuk membangun kembali jiwa Amerika. Untuk membangun kembali tulang punggung bangsa ini, kelas menengah. Dan untuk membuat Amerika dihormati di seluruh dunia lagi,” kata Biden.

Sementara itu. Wakil Presiden terpilih Kamala Harris saat memperkenalkan Biden pasangannya, memuja warisan almarhum anggota Kongres Georgia John Lewis. Dia juga memuji para pendukung kampanye karena jumlah yang mencapai rekor.

Dia mengatakan para pemilih telah memilih harapan, ilmu pengetahuan dan kebenaran dengan memilih Biden sebagai presiden berikutnya, sang “penyembuh dan pemersatu”.

“Ketika demokrasi kita sedang berlangsung dalam pemungutan suara dalam pemilihan ini, jiwa Amerika sedang dipertaruhkan, dan dunia mengawasi Anda,” kata Harris, “Anda menyambut hari baru bagi Amerika.”

Kamala juga memuji Biden karena mengambil risiko memilih seorang wanita sebagai pasangannya: “Meskipun saya mungkin wanita pertama di kursi kepresidenan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir. Karena setiap gadis kecil yang menonton malam ini melihat bahwa ini adalah negara yang penuh kemungkinan. . “

CNN melaporkan, malam ini waktu setempat perayaan kemenangan meletus di berbagai kota-kota besar di seluruh Amerika. Para pendukung Biden turun ke jalan – berteriak, bernyanyi, menari dan mengibarkan bendera saat pengemudi membunyikan klakson. Sebagai petanda kemenangan dan akhir dari kepresidenan Trump.

Dengan kemenangan Biden, Harris akan mengukir sejarah sebagai wanita pertama – dan orang kulit hitam pertama dan orang Asia Selatan pertama – yang bertugas di gedung putih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *