Memanfaatkan Waktu

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Waktu (sumber: Freepic)

Makna QS Al-Ashr: 1-3

Di dalam surat Al-Ashr Allah berfirman: yang tentu kita sudah hafal

وَالْعَصْرِ (١)إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

Dalam surat tersebut Allah memberikan informasi kepada kita bahwa ada empat hal yang menghindarkan manusia dari kerugian, yaitu:

Pertama, “aamanu” orang yang beriman (percaya, yakin).

Banyak definisi iman dari berbagai aliran/madzhab dalam Islam. Tetapi yang umum, definisi iman adalah:

تَصْدِيْقٌ بِالْقَلْبِ, وَإِقْرَارٌ بِالّلِسَانِ, وَعَمَلٌ بَالْاَرْكَان

Membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan membuktikan dengan amal perbuatan.

Meyakini bahwa Allah adalah rab kita, bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Kemudian berikrar “Asyhadu alla ilaha illallah, Wa asyhadu anna muhammadarrasulllah”

Kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, apa yang diyakini dan diucapkannya.

Kedua, “wa’amilussholihat” orang yang mengerjakan amal sholeh, bukan amal salah. Amal sholeh adalah suatu amalan atau pekerjaan yang apabila dikerjakan akan membawa dampak positif bagi kehidpan pribadi, keluarga, dan masyarakat secara luas. Bekerja mencari nafkah, itu amal sholeh. Membuang sampah sembarang, jelas bukan amal sholeh.

Sedangkan amal salah adalah amal yang tidak dilandasi dengan iman dan ilmu. Ada ungkapan “adab sebelum ilmu” “ilmu sebelum amal”

Perpaduan antara iman dan amal sholeh menyebabkan Allah mengangkat derajat seseorang.

….يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya: …Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…

Dengan kata lain, Amal sholeh adalah segala perbuatan yang sesuai dengan dalil al-Qur’an, sunnah rasul, dan juga akal manusia.

Setiap amal perbuatan kita sesunggunya memiliki dua dimensi, pertama adalah wujud amal, dhohirnya amal, yang bisa kita lihat. Dimensi kedua, adalah motif amal itu. Dimensi batin dari suatu aktivitas atau niat. Idealnya dhohirnya bagus, bathinnya juga bagus. Karena “innamal a’malu binniyat”

Ketiga, saling nasehat menasehati tentang kebenaran. Artinya saling mengingatkan, saling mengajak, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, baik secara sendiri-sendiri atau secara berjamaah. Amar ma’ruf nahi munkar, menyuruh kebaikan dan mencegah kepada yang munkar. Bisa dengan tangannya (kekuasaan), dengan mulutnya (ucapannya), maupun dengan hatinya.

Saling berwasiat menyangkut haq, kebenaran yang diperintahkan mengandung makna seseorang berkewajiban untuk mendengarkan kebenaran dari orang lain serta mengajarkannya kepada orang lain.

Keempat, “watawa saubissabr” adalah saling nasihat menasehati dalam kesabaran. Seseorang belum lagi terbebaskan dari kerugian bila sekedar beriman, beramal shalih dan mengetahui kebenaran untuk dirinya, tetapi ia berkewajiban pula untuk mengajarkannya kepada orang lain.

Semuanya dilakukan dengan penuh kesabaran artinya tabah dalam menghadapi rintangan, hambatan, ancaman, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar.

Mudah-mudahan kita tergolong orang-orang yang beriman dan beramal sholeh serta senantiasa saling nasihat menasihati di dalam kebenaran dan kesabaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *