Kudus Tiadakan Perayaan Syawalan

  • Whatsapp
SYAWALAN (Ilustrasi)

KUDUS, Jowonews- Pemerintah Kabupaten Kudus memutuskan meniadakan semua perayaan Syawalan demi mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi penularan Covid-19.

“Perayaan Syawalan yang biasa digelar, di antaranya tradisi Bulusan Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo dan Lomban Perahu di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo. Sudah kami perintahkan untuk ditiadakan,” ujar Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Rabu (15/5).

Bacaan Lainnya

Tenda pedagang yang sudah terlanjur disiapkan, kata dia, diminta dibongkar. Sedangkan pedagang diminta pulang karena saat ini masih pandemi di mana semua potensi kerumunan harus dihindari.

Masyarakat diingatkan bahwa saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus mulai ada kenaikan, sehingga semua harus mewaspadai dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Meskipun ada penutupan tempat-tempat yang biasa digunakan untuk perayaan Syawalan, objek wisata masih diperbolehkan buka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Ingat, kapasitas pengunjungnya maksimal 30 persen dari kapasitas normalnya. Hasil monitoring di sejumlah objek wisata memang tidak ada kerumunan yang begitu banyak,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Masih diperbolehkan tempat wisata buka, kata dia, agar perekonomian masyarakat tetap bergerak. Sedangkan untuk mencegah penularan, masing-masing pengelola objek wisata diminta menyiapkan Satgas Covid-19 yang bertugas memantau kepatuhan pengunjung mulai dari pintu masuk hingga di dalam objek wisata.

Ia juga mengimbau pengelola objek wisata untuk selalu mengingatkan pengunjung setiap beberapa menit terkait kepatuhan prokes mulai dari memakai masker dan menjaga jarak. Sedangkan tempat cuci tangan juga diusahakan mudah dijangkau pengunjung.

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus juga akan memantau kepatuhan prokes di masing-masing objek wisata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *