Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Gugatan MAKI Ditolak Hakim PN

 

SEMARANG , Jowonews.com – Gugatan Pra peradilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada Kejaksaan Negeri Semarang di Pengadilan Negeri Semarang dimentahkan oleh Majelis Hakim. Gugatan terkait lambatnya pelimpahan berkas perkara dengan tersangka Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK) atas kasus dugaan korupsi raibnya dana kas daerah (kasda) sebesar Rp 22,7 miliar milik Pemkot Semarang sejak tahun 2007-2014 akhirnya ditolak secara keseluruhan oleh hakim tunggal Puji Widodo SH MH selaku hakim yang memeriksa perkara tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (1/3).

“Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya dan membebankan biaya perkara atas gugatan tersebut sepenuhnya kepada pemohon (MAKI),”kata hakim Puji dalam amar putusanya.

Dalam pertimbangannya hakim Puji menyatakan, berkas perkara a quo atas nama Dyah Ayu Kusimaningrum sejak tanggal 8 Januari 2016 oleh termohon (Kejari Semarang) sudah dikembalikan ke penyidik Polrestabes Semarang. Selain itu pemohon (MAKI) telah gagal mempertahankan atau membuktikan dalil-dalil  atau alasan-alasan permohonanya.

“Tetapi sebaliknya termohon (Kejari Semarang,red) praperadilan telah berhasil membuktikan atau mempertahankan dasar-dasar atau dalil-dalil bantahannya,” ungkapnya.

Dari fakta tersebut, lanjut hakim Puji, ternyata berkas perkara Dyah Ayu Kusumaningrum tidak lagi berada pada termohon (Kejari Semarang). Sehingga, lanjut Puji, jelas dengan kata lain permohonan praperadilan pemohon (MAKI) salah alamat atau kurang pihak.

Menanggapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Semarang, Zahri Aeniwati SH menyatakan bahwa putusan hakim sudah tepat dan benar.

”Putusan hakim sudah benar. Sesuai Undang-Undang (UU) kami memang punya wewenang memeriksa berkas perkara, kalau perkaranya belum dinyatakan lengkap nanti dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi,”kata JPU Aeniwati.

Sementara itu, kuasa hukum MAKI, Arif Suhudi SH menyatakan, MAKI akan mengajukan gugatan lagi atas kekalahan gugatanya tersebut. Namun ia meminta konfirmasi secara langsung Koordinator MAKI Bonyamin Saiman atas sikapnya karena dirinya hanya selaku kuasa hukum terkait gugatan itu.

“Informasi dari klien kami (MAKI,red) akan ajukan lagi, tapi posisi saya hanya kuasa hukum kalau dipersidangan. Coba tanya pak Bonyamin lebih tepatnya,”kata Arif singkat.

Terpisah, kuasa hukum DAK, Ahmad Hadi Prayitno SH MH menyatakan putusan hakim sudah benar. Menurutnya sejak awal seharusnya MAKI mencabut gugatan tersebut dan mengajukan gugatan baru. Ia menduga MAKI melakukan konflik kepentingan dengan perkara pidana yang saat ini sudah proses pelimpahan.

“Seharusnya MAKI mengajukan gugatan tentang kenapa sampai saat ini belum ada tersangka baru berkaitan dengan perkara yang dialami klien kami (DAK,red),” kata advokat yang akrab disapa Prayitno.  (Jn01/Jn16)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...