Jowonews

Logo Jowonews Brown

Polisi Tunggu Hasil Lab Siswa Keracunan Jajanan di Boyolali

BOYOLALI,Jowonews.com – Aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Bangak, Kecamatan Banyudono sudah pulih Rabu (16/3). Jumlah siswa yang mengalami keracunan mencapai 61 orang, setelah mengkonsumsi mie ayam bakso yang dijajakan pedagang keliling, Selasa (15/3).

Dinas Kesehatan Boyolali membawa sampel makanan dan muntahan siswa ke laboratorium di Semarang untuk diteliti.

Dari puluhan anak yang mengalami keracunan, hanya satu siswa yang belum masuk sekolah kemarin. Anak bernama Renata, siswa kelas IV itu masih dirawat di rumah sakit. “Kondisi siswa sudah pulih, hanya satu siswa yang belum masuk sekolah, tapi riwayatnya dia juga memiliki gejala typus,” kata seorang guru setempat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Lina, mengatakan total siswa SDN 1 Bangak yang diduga mengalami sebanyak 61 orang. Satu di antaranya dirujuk ke rumah sakit. Setelah mendapat laporan kejadian itu, pihaknya juga menerjunkan tim untuk memantau di sekolah lain.

Pasalnya, dari pengakuan pedagangnya juga sempat berjualan di sekolah lain. “Sekolah lain yang kami pantau tidak ada kejadian,” kata Ratri S Lina, Rabu (16/3).  Selain menerjunkan tim medis untuk penanganan cepat saat kejadian, pihaknya juga menurunkan tim laborat untuk mengambil sampel makanan dan muntahan.

Sampel itu kemudian dikirim ke laboratorium di Semarang untuk diteliti, guna mengetahui penyebab pasti keracunan yang menimpa puluhan siswa. “Hasilnya nanti paling cepat 12 hari,” kata dia. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali, Abdul Rohman, meminta sekolah lebih waspada dalam pengawasan anak didik, khususnya untuk konsumsi makanan.

Pihaknya tidak bisa melarang pedagang untuk berjualan. Namun pihak sekolah mengkomunikasikan dan memastikan makanan yang dijual pedagang tersebut memenuhi standar kesehatan.

“Kami minta sekolah lebih selektif, komunikasikan dengan baik dengan pedagang dan pastikan makanan yang dijual aman sesuai standar kesehatan. Saat ini bidang-bidang yang terkait sudah saya perintahkan turun untuk cek langsung,” ujar Abdul Rohman.

BACA JUGA  Klasemen Pebalap Dan Konstruktor F1 Brazil

Sementara itu Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Banyudono AKP Bambang Kadarisman, masih menunggu hasil tes laboratorium sampel sisa makanan yang diduga penyebab keracunan massal siswa SDN 1 Bangak.

“Barang bukti, mie termasuk kuah, saus, dan sambel kami sita. Sampelnya kami kirim ke laboratorium untuk di cek. Dari hasil itu nanti akan ada kesimpulan mengenai kejadian kemarin,” tandasnya.  Pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi. Antara lain beberapa orang guru dan siswa yang keracunan serta pedagangnya.(jn01/Jn16)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...